Indonesia vs Malaysia dalam Angka: Dari Rekor 4 Gol Shin Tae-yong hingga Clean Sheet John Herdman

Statistik menunjukkan Indonesia berhasil membukukan 4 gol era STY berbanding 0 gol pada laga terbaru era John Herdman.

Statistik Timnas Indonesia vs Malaysia Era Shin Tae-yong dan John Herdman

(Tahun 2021 dan 2026)

Rivalitas abadi antara Indonesia dan Malaysia kembali tersaji pada laga kedua Grup A FIFA ASEAN Cup 2026. Pertandingan yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senin (28/9/2026) tersebut ditutup melalui hasil imbang tanpa pemenang.

Menariknya, suporter tuan rumah justru kompak meneriakkan nama mantan pelatih Shin Tae-yong sesaat setelah peluit panjang dibunyikan. Publik rupanya merindukan momen bersejarah saat Skuad Garuda membantai musuh bebuyutannya dengan skor 4-1 pada ajang Piala AFF 2021.

Angka statistik dari kedua pertandingan beda masa ini menyajikan realitas taktik yang sangat kontras. Era STY tampil sangat agresif mengurung pertahanan lawan, sementara racikan John Herdman terpaksa mengandalkan tembok pertahanan berlapis.

Baca Juga: Statistik Pertandingan Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026

Produktivitas serangan menjadi pembeda paling mencolok dari filosofi kedua pelatih ini. Pasukan STY kala itu sukses melepaskan 23 total tembakan yang tujuh di antaranya melesat akurat ke arah gawang Malaysia.

Gempuran masif tersebut sukses membuahkan empat gol kemenangan melalui aksi Irfan Jaya, Pratama Arhan, serta Elkan Baggott. Skema permainan terbuka yang sangat efisien ini bahkan sanggup memaksa pelatih Malaysia mundur dari jabatannya.

Kondisi sebaliknya terjadi pada era kepelatihan John Herdman, yang dinilai miskin kreativitas serangan. Lini depan Indonesia tampil sangat tumpul, karena hanya mampu mencatatkan empat tembakan sepanjang 90 menit jalannya laga.

Penurunan drastis ini merupakan imbas mutlak dari kartu merah langsung yang diterima Thom Haye pada menit ke-37. Kehilangan sang jenderal lapangan tengah memaksa pelatih merombak strategi menjadi bertahan total demi mengamankan poin.

Sektor sayap pada era STY juga tampil mematikan dengan koleksi sembilan tendangan sudut. Angka ini berbanding terbalik dengan skuad Herdman yang kesulitan membongkar garis luar pertahanan lawan, sehingga hanya memperoleh tiga peluang sepak pojok.

Meski minim peluang emas, kedisiplinan barisan pertahanan era Herdman tetap patut mendapatkan apresiasi tinggi. Bertarung dengan sepuluh orang, nyatanya sukses membuahkan rekor clean sheet tanpa kebobolan sama sekali dari serangan bergelombang lawan.

Sebaliknya, agresivitas tinggi tim asuhan STY justru harus dibayar mahal dengan terciptanya 15 kali pelanggaran. Lini belakang mereka pada ajang tersebut juga sempat kebobolan satu gol cepat akibat kelalaian saat melakukan transisi mundur.

Kedua pendekatan taktik ini memiliki keunggulan fungsional pada eranya masing-masing. STY menang telak berkat efisiensi serangan mematikan, sedangkan Herdman menonjol melalui ketahanan mental defensif saat timnya berada di bawah tekanan ekstrem.

Baca Juga: Tembus Rp375 Miliar, Indonesia Jadi Tim Nasional Termahal di FIFA ASEAN Cup 2026

Sumber:

https://www.flashscore.com/match/football/indonesia-88ErHiT9/malaysia-rDaObqDr/summary/stats/overall

Demas Reyhan Adritama
Ditulis oleh Demas Reyhan Adritama

IT & Sports Enthusiast

Lupa Sandi?

atau masuk dengan akun media sosial

Esc