Komunikasi & Hiburan Jadi Alasan Utama Publik RI Akses Internet 2026

Komunikasi (19,9%) dan hiburan (19,7%) jadi alasan utama publik Indonesia mengakses internet pada 2026.

Alasan Publik Indonesia Terkoneksi Internet

(Tahun 2026)
Ukuran Fon:

Menurut survei Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia (APJII), jumlah penduduk Indonesia terkoneksi internet mencapai 235,26 juta jiwa pada 2026 dari total populasi 287,89 juta jiwa. Hal ini berarti, tingkat penetrasi internet Indonesia naik menjadi 81,72% pada 2026.

Dari tahun ke tahun, tingkat penetrasi internet terus meningkat, menunjukkan semakin luasnya keterhubungan digital masyarakat Indonesia. Internet kini tidak hanya digunakan untuk komunikasi, tetapi juga menjadi penopang utama aktivitas pendidikan, pekerjaan, layanan publik, hingga ekonomi digital. 

Pada 2022, tingkat penetrasi internet ada di angka 77,0%, yang kemudian naik menjadi 78,2% pada 2023 dan terus tumbuh mencapai 79,5% pada tahun berikutnya. Memasuki 2025, tingkat penetrasi internet bahkan tembus 80,7%.

Baca Juga: Simak Alasan dan Tantangan Penggunaan Internet di Indonesia 2025

Pada 2026, komunikasi menjadi alasan utama masyarakat Indonesia mengakses internet dengan persentase mencapai 19,9%. Tingginya angka tersebut menunjukkan bahwa internet masih paling banyak dimanfaatkan untuk kebutuhan berinteraksi melalui media sosial, aplikasi pesan instan, hingga komunikasi berbasis video.

Selain komunikasi, hiburan juga menjadi salah satu motivasi terbesar masyarakat menggunakan internet. Aktivitas hiburan mencatat porsi sebesar 19,7%, sedikit di bawah komunikasi.

Di urutan berikutnya, kebutuhan mencari informasi menempati angka 19,6%. Hal ini menunjukkan internet telah menjadi sumber utama masyarakat dalam memperoleh berita, pengetahuan, hingga informasi sehari-hari secara cepat dan mudah.

Sementara itu, penggunaan internet untuk transaksi digital tercatat sebesar 18,7%. Angka ini mencerminkan semakin berkembangnya aktivitas ekonomi digital di Indonesia, mulai dari belanja online, pembayaran digital, hingga layanan transportasi berbasis aplikasi.

Di luar kebutuhan komunikasi dan hiburan, penggunaan internet untuk pendidikan dan pekerjaan berada di angka 10,9%. Meski lebih rendah dibanding kategori lainnya, internet tetap memainkan peran penting dalam mendukung pembelajaran daring dan aktivitas kerja digital.

Sementara itu, akses terhadap layanan keuangan digital tercatat sebesar 5,8%, sedangkan penggunaan internet untuk mengakses layanan publik berada di angka 4,5%.

Kategori lainnya menyumbang sekitar 0,9% dari total alasan masyarakat mengakses internet pada 2026.

Adapun Survei Penetrasi Internet dan Perilaku Penggunaan Internet 2026 ini dilaksanakan pada 1 Februari-15 Maret 2026 dengan melibatkan 8.700 responden berusia minimal 13 tahun yang tersebar secara proporsional di 38 provinsi di Indonesia. Metode yang digunakan adalah wawancara tatap muka oleh enumerator terlatih.

Baca Juga: Orang Indonesia Akses Media Sosial >8 Jam per Minggu

Sumber:

https://survei.apjii.or.id/survei

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook