Berdasarkan Statistik Pendidikan Tinggi Indonesia 2025 dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, jumlah dosen di Indonesia mencapai 328 ribu orang pada 2025. Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 303 ribu dosen.
Ditinjau menurut rentang usia, mayoritas dosen berusia 36-45 tahun, mencapai 107,1 ribu orang. Mayoritas berada di Jawa Timur dengan total 15,1 ribu dosen.
Di posisi kedua, terdapat 90,9 ribu dosen berusia 26-35 tahun, terbanyak juga berada di Jawa Timur yang tembus 12,6 ribu dosen.
Besarnya jumlah dosen muda ini menjadi sinyal positif bagi proses regenerasi tenaga pendidik di perguruan tinggi.
Baca Juga: Gaji Dosen di Asia Tenggara, Indonesia Terendah?
Berikutnya, sebanyak 70.874 dosen berada pada kelompok usia 46–55 tahun, disusul 51.510 dosen berusia 56–65 tahun.
Di sisi lain, jumlah dosen yang berusia lebih dari 65 tahun masih mencapai 6.484 orang, menunjukkan bahwa sebagian perguruan tinggi masih memanfaatkan pengalaman akademisi senior dalam kegiatan pendidikan dan penelitian. Dosen di atas usia 65 tahun ini paling banyak ditemukan di DKI Jakarta, mencapai 1.117 dosen.
Adapun kelompok usia termuda, yakni 25 tahun ke bawah, menjadi yang paling sedikit dengan hanya 1.393 dosen. Angka ini menunjukkan bahwa jumlah tenaga pendidik yang baru memasuki profesi dosen masih relatif terbatas.
Komposisi usia ini menunjukkan bahwa kebanyakan dosen Indonesia berada pada usia produktif. Namun masih minimnya jumlah dosen pada kelompok usia muda menjadi penegas pentingnya regenerasi tenaga akademik. Diperlukan upaya untuk mendorong lebih banyak lulusan magister dan doktor untuk berkarier sebagai dosen seiring bertambahnya jumlah mahasiswa dan berkembangnya kebutuhan pendidikan tinggi di Indonesia.
Baca Juga: Tren Jumlah Mahasiswa dan Dosen Indonesia 2019-2024
Sumber:
https://kemdiktisaintek.go.id/library/book/statistik-pendidikan-tinggi-2025