2 Tahun Terakhir, 75% Publik RI Pernah Berurusan dengan Polisi

Survei GoodStats mencatatkan hanya 25% publik Indonesia yang tidak berurusan dengan polisi dalam dua tahun terakhir.

Pengalaman Publik RI Berurusan dengan Polisi dalam 2 Tahun Terakhir

(Tahun 2026)
Ukuran Fon:

Berdasarkan survei GoodStats, mayoritas publik Indonesia pernah memiliki pengalaman berurusan dengan polisi dalam rentang dua tahun terakhir. Proporsi responden yang berinteraksi dengan aparat keamanan ini mendominasi secara signifikan hingga menyentuh angka 75%, atau setara dengan 7 dari 10 publik Indonesia.

Sementara itu, hanya tersisa 25% dari total responden yang mengaku sama sekali tidak pernah berinteraksi atau berurusan dengan polisi dalam periode waktu yang sama. Hal ini menggambarkan tingginya intensitas interaksi langsung antara institusi kepolisian dengan masyarakat dalam dinamika kehidupan sehari-hari.

Momen berurusan dengan polisi memang acap kali langsung dikaitkan dengan konotasi negatif. Padahal, jika merujuk pada amanat undang-undang, aparat kepolisian sejatinya mengemban tugas mulia untuk memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), serta memberikan perlindungan, pengayoman, hingga pelayanan prima kepada warga negara.

Baca Juga: Hanya 30% Publik RI yang Laporkan Pengalaman Buruk dengan Polisi

Kepala Program Studi (Kaprodi) Magister Kajian Ilmu Kepolisian Universitas Airlangga (Unair), Prawitra Thalib membenarkan bahwa institusi kepolisian tak jarang masih mendapat persepsi buruk di tengah masyarakat.

Namun, ia menekankan bahwa pandangan negatif tersebut tidak perlu diambil pusing oleh aparat. Polisi dinilai cukup berfokus membuktikan diri dengan bekerja secara profesional sesuai kaidah dan prosedur pengabdiannya.

“Setiap pekerjaan pasti punya risiko. Biar orang lain mau ngomong apa, yang penting saya tidak seperti mereka. Tetap berada pada integritas dan marwah yang sudah ditentukan. Jangan pula kita ikut-ikutan,” ujarnya dalam diskusi hasil survei GoodStats secara online pada Senin (6/7/2026).

Ia pun memberikan sebuah perumpamaan terkait bias citra saat berurusan dengan polisi. Ia menganalogikan penilaian masyarakat terhadap aparat layaknya melihat sebuah titik hitam kecil di atas selembar kertas putih yang luas.

Sayangnya, publik Indonesia acap kali lebih tajam menyoroti noda yang ada, lalu seketika mengabaikan sisi putih yang porsinya jauh lebih masif.

“Walaupun titik hitam tersebut tidak seberapa banyak daripada lembaran putih, namun perhatian seseorang ketika melihat titik hitam, dia pasti akan melupakan lembaran warna putih yang ada di sekeliling titik hitam tadi. Saya yakin juga masih banyak orang yang merasa terbantu dengan adanya polisi,” ucapnya.

Pengumpulan data dalam survei bertajuk Pengalaman dan Harapan Terhadap Oknum dan Institusi Kepolisian RI ini dilakukan secara kuantitatif pada 15 April-27 Juni 2026 dengan melibatkan 1.000 responden. Mayoritas responden berasal dari Pulau Jawa, dengan proporsi 71%.

Baca Juga: 40% Publik RI Tidak Percaya terhadap Polisi yang Bersih, Profesional, dan Mengayomi

Sumber:

https://goodstats.id/publication/pengalaman-dan-harapan-terhadap-oknum-dan-institusi-kepolisian-ri-UjlCB

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook