Layanan internet prabayar tetap menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia pada 2026. Menurut survei Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia (APJII), mayoritas pengguna internet masih mengandalkan paket prabayar untuk memenuhi kebutuhan konektivitas sehari-hari, jauh melampaui penggunaan layanan pascabayar maupun akses internet yang hanya mengandalkan jaringan wifi.
Sebanyak 84,7% responden tercatat menggunakan layanan prabayar. Sementara itu, pengguna layanan pascabayar hanya mencapai 2,2%. Adapun 13,1% lainnya mengakses internet tanpa menggunakan layanan seluler, melainkan hanya melalui jaringan wifi.
Baca Juga: Simak Alasan dan Tantangan Penggunaan Internet di Indonesia 2025
Fleksibilitas dalam mengatur pengeluaran dan kemudahan membeli paket data menjadi beberapa faktor yang membuat layanan prabayar tetap diminati.
Jika ditinjau menurut generasinya, penggunaan layanan prabayar juga dominan di Gen Z, Milenial, Gen X, hingga Baby Boomers.
Pada kelompok Gen Z, sebanyak 86,9% responden memilih layanan prabayar, jauh unggul dari pengguna pascabayar (1,9%) dan wifi saja (11,2%).
Sementara itu pada kelompok Milenial, 83,3% di antaranya menggunakan layanan prabayar, hanya 2,4% yang memilih pascabayar dan 14,2% yang memanfaatkan wifi.
Gambaran serupa terlihat di kelompok Gen X dengan 83,5% memilih prabayar, 2,8% menggunakan layanan pascabayar, dan 13,8% memilih wifi.
Untuk kelompok Baby Boomers, pengguna layanan prabayar mencapai 82,4%, sedangkan pascabayar sebesar 2,1% dan wifi sebesar 15,5%.
Sementara itu, jumlah penduduk Indonesia terkoneksi internet mencapai 235,26 juta jiwa pada 2026 dari total populasi 287,89 juta jiwa. Hal ini berarti, tingkat penetrasi internet Indonesia naik menjadi 81,72% pada 2026.
Adapun Survei Penetrasi Internet dan Perilaku Penggunaan Internet 2026 ini dilaksanakan pada 1 Februari-15 Maret 2026 dengan melibatkan 8.700 responden berusia minimal 13 tahun yang tersebar secara proporsional di 38 provinsi di Indonesia. Metode yang digunakan adalah wawancara tatap muka oleh enumerator terlatih.
Baca Juga: Orang Indonesia Akses Media Sosial >8 Jam per Minggu
Sumber:
https://survei.apjii.or.id/survei