Lulusan SMA–SMK Dominasi Pengangguran di Indonesia Akhir 2025

Lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) tercatat sebagai kelompok dengan kontribusi terbesar terhadap angka pengangguran, yakni mencapai 29,61%.

Jenjang Pendidikan Tertinggi Pengangguran di Indonesia

(November 2025)
Ukuran Fon:

Struktur pengangguran di Indonesia pada 2025 menunjukkan pola yang berbeda dibanding komposisi penduduk bekerja. Data Badan Pusat Statistik (BPS) per Agustus dan November 2025 memperlihatkan bahwa tingkat pengangguran justru didominasi oleh lulusan pendidikan menengah, khususnya SMA dan SMK.

Pada November 2025, lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) menjadi penyumbang terbesar angka pengangguran dengan proporsi 29,61%, meski sedikit menurun dibanding Agustus 2025 yang sebesar 30,74%. Artinya, hampir tiga dari sepuluh pengangguran di Indonesia berasal dari lulusan SMA. Kondisi ini mengindikasikan bahwa lulusan pendidikan umum tingkat menengah masih menghadapi tantangan dalam memasuki pasar kerja.

Baca Juga: Benarkah Tingkat Pendidikan Memengaruhi Besaran Gaji?

Di posisi berikutnya, lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menyumbang 26,12%, naik tipis dari 25,78% pada Agustus 2025. Kenaikan ini menunjukkan bahwa lulusan vokasi tingkat menengah juga masih memiliki kerentanan terhadap pengangguran, meskipun secara konsep dibekali keterampilan siap kerja.

Sementara itu, kelompok SD ke bawah berada di angka 16,34%, sedikit meningkat dari 16,10%. Lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) juga mengalami kenaikan tipis dari 13,30% menjadi 13,61%. Data ini memperlihatkan bahwa pengangguran tidak hanya terkonsentrasi pada satu jenjang pendidikan, melainkan tersebar di berbagai tingkat.

Untuk pendidikan tinggi, lulusan Diploma IV, S1, S2, dan S3 tercatat sebesar 12,37%, naik dari 12,12% pada Agustus 2025. Sementara lulusan Diploma I/II/III relatif stabil di kisaran 1,95%. Meski proporsinya lebih kecil dibanding lulusan SMA dan SMK, angka ini menunjukkan bahwa pengangguran terdidik tetap menjadi fenomena yang perlu mendapat perhatian.

Secara keseluruhan, distribusi pengangguran menurut jenjang pendidikan pada 2025 menegaskan bahwa lulusan pendidikan menengah menjadi kelompok yang paling banyak terdampak. Pergeseran tipis antara Agustus dan November mencerminkan dinamika pasar kerja yang belum sepenuhnya mampu menyerap lulusan baru, baik dari jalur pendidikan umum maupun vokasi. Kondisi ini menjadi catatan penting dalam merumuskan kebijakan ketenagakerjaan dan penyelarasan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri.

Baca Juga: Tingkat Pengangguran Pemuda Indonesia 2020-2025

Sumber:

https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2026/02/05/2547/november-2025--tingkat-pengangguran-terbuka--tpt--sebesar-4-74-persen-dan-rata-rata-upah-buruh-sebesar-3-33-juta-rupiah-.html

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook