Modal Jadi Penghalang Terbesar Memulai Bisnis di Indonesia

Sebanyak 60% responden menyatakan bahwa mereka belum memiliki modal yang cukup untuk memulai usaha.

Alasan Publik RI Tidak Memulai Berbisnis

(Februari 2026)
Ukuran Fon:

Memulai bisnis menjadi pilihan yang semakin diminati di tengah berkembangnya ekosistem kewirausahaan di Indonesia. Meski begitu, masih banyak calon pelaku usaha yang menghadapi berbagai hambatan sebelum benar-benar bisa memulai bisnisnya.

Hal ini tergambar dalam survei yang dilakukan oleh Jakpat pada 5–6 Februari 2026. Survei tersebut melibatkan 1.387 responden dengan margin of error di bawah 5% dan komposisinya disesuaikan dengan populasi pengguna internet di Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 815 responden merupakan individu yang sedang mempertimbangkan atau berencana memulai bisnis.

Baca Juga: Bisnis Swasta Lebih Dipercaya Publik Dibandingkan Pemerintah

Hasil survei menunjukkan bahwa keterbatasan modal masih menjadi hambatan terbesar. Sebanyak 60% responden mengaku tidak memiliki cukup uang untuk memulai bisnis. Temuan ini menunjukkan bahwa akses terhadap pendanaan masih menjadi tantangan utama bagi banyak calon pelaku usaha, terutama pada tahap awal ketika bisnis belum memiliki pemasukan yang stabil.

Hambatan lain yang juga cukup sering disebut adalah belum adanya ide produk yang jelas. Sebanyak 42% responden mengaku masih kesulitan menentukan produk atau layanan yang ingin dijalankan. Tanpa konsep usaha yang matang, banyak orang merasa ragu untuk melangkah lebih jauh.

Selain itu, kebingungan mengenai langkah awal turut menjadi hambatan yang cukup besar. Sekitar 41% responden menyebut mereka tidak tahu harus mulai dari mana ketika ingin memulai usaha. Kondisi ini mengindikasikan bahwa banyak calon pelaku usaha masih membutuhkan panduan praktis maupun pengetahuan dasar mengenai proses membangun bisnis.

Dukungan dari mentor juga masih menjadi tantangan bagi sebagian responden. Sekitar 22% mengaku tidak memiliki bantuan atau mentor yang dapat membimbing mereka dalam memulai bisnis. Selain itu, faktor psikologis juga turut memengaruhi keputusan seseorang untuk berwirausaha.

Sebanyak 20% responden mengaku takut kehilangan tabungan jika bisnis yang dijalankan gagal, sementara 19% lainnya khawatir mengalami kegagalan. Adapun kekhawatiran terhadap stres dan beban kerja tercatat lebih rendah, yakni sekitar 14%.

Secara keseluruhan, hasil survei ini menunjukkan bahwa tantangan utama dalam memulai bisnis di Indonesia masih berkaitan dengan keterbatasan modal, kejelasan ide usaha, serta minimnya panduan dalam memulai bisnis. Dukungan ekosistem kewirausahaan dinilai dapat membantu mengurangi berbagai hambatan tersebut.

Baca Juga: Masih Sedikit Warga Indonesia yang Manfaatkan Internet untuk Bisnis

Sumber:

https://insight.jakpat.net/trends-in-modern-entrepreneurship/

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook