Pre-Boomer Dominasi Penggunaan Bahasa Daerah hingga 88,12%

Rincian persentase penggunaan bahasa daerah antara generasi Pre-Boomer dan Post Gen Z berdasarkan data SUPAS 2025.

Penggunaan Bahasa Daerah Antargenerasi

(Tahun 2025)
Ukuran Fon:

Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 kembali membagikan potret data kependudukan yang sangat menarik terkait pelestarian budaya di Indonesia. Survei komprehensif yang melibatkan ratusan ribu rumah tangga ini menunjukkan bahwa secara agregat nasional penggunaan bahasa daerah masih sangat terjaga kelestariannya.

Data resmi mencatat sebanyak 73,82% penduduk berumur lima tahun ke atas tetap bangga menjadikan bahasa daerah sebagai alat komunikasi sehari-hari di lingkungan keluarga maupun dalam interaksi masyarakat umum. Fakta ini membuktikan bahwa pesatnya arus modernisasi tidak lantas mencerabut akar budaya lokal bangsa.

Dinamika data antargenerasi ini memperlihatkan bagaimana kekayaan bahasa ibu di Tanah Air terus diwariskan dengan sangat baik. Tingkat penggunaan bahasa daerah tertinggi saat ini dicatatkan oleh kelompok generasi Pre-Boomer yang sukses menembus angka 88,12%.

Baca juga: Provinsi Mana di Jawa yang Paling Sering Gunakan Bahasa Daerah di Rumah?

Generasi veteran yang lahir sebelum masa kemerdekaan atau pada tahun 1945 dan di bawahnya ini menjadi fondasi utama pelestarian identitas budaya Nusantara. Jika melihat rincian kelompok umur penduduk pada data survei tersebut, kelompok usia 70 hingga 74 tahun mencatatkan persentase pemakaian di angka 84,14%. Sementara itu, puncaknya secara meyakinkan berada pada kelompok umur 75 tahun ke atas dengan tingkat pemakaian menyentuh 86,56%.

Tongkat estafet kebanggaan budaya ini juga masih terlihat nyata dalam kehidupan generasi penerus bangsa. Kelompok Post Gen Z yang lahir setelah tahun 2012 mencatatkan tingkat penggunaan bahasa daerah yang cukup menjanjikan sebesar 62,45%.

Pada tahun 2025, generasi tangguh ini menduduki rentang usia anak-anak hingga fase awal remaja. Rincian persentase penggunaan bahasa daerah pada usia 5 hingga 9 tahun berhasil menyentuh angka 60,93% dan kelompok umur 10 hingga 14 tahun berada di level 66,22%.

Angka pada kelompok generasi muda tersebut sejatinya menjadi potret kemampuan adaptasi yang sangat luar biasa. Mereka terbukti tetap memberikan ruang bagi pelestarian bahasa daerah di tengah tuntutan zaman yang mengharuskan penguasaan ragam bahasa.

Sesuai dengan pedoman tiga peran bahasa, generasi muda saat ini sedang menyeimbangkan kewajiban menguasai bahasa Indonesia sebagai penghubung persatuan nasional serta mempelajari bahasa asing untuk bekal pergaulan global masa depan.

Kehadiran angka 62,45% pada Post Gen Z ini memastikan bahwa posisi bahasa daerah tetap hidup sebagai cerminan identitas budaya dan penjaga kedekatan emosional keluarga di Indonesia. Harmoni lintas generasi ini menjadi bukti nyata yang patut dibanggakan bahwa bahasa daerah terus hidup berdampingan, mewarnai keseharian, mengakar kuat, dan memandu langkah bangsa menuju masa depan.

Baca juga: Kemampuan Berbahasa Penduduk Indonesia pada 2025

Sumber:

https://www.instagram.com/p/DbZoTdZkrjv

https://www.bps.go.id/id/publication/2026/06/30/bdc814f38edf0a941f4f9d34/penduduk-dan-indikator-kependudukan-hasil-survei-penduduk-antar-sensus-2025.html

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook