Produksi beras di Indonesia kembali menunjukkan peningkatan pada awal tahun 2026. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), pada Februari 2026, produksi beras nasional tercatat mencapai 2,91 juta ton, naik cukup signifikan dibandingkan Januari 2026 yang berada di level 1,75 juta ton.
Kenaikan ini menandai pemulihan produksi setelah sempat berada di titik rendah pada akhir 2025. Pada November dan Desember 2025, produksi beras masing-masing hanya mencapai 1,84 juta ton dan 1,41 juta ton, yang merupakan level terendah dalam satu tahun terakhir.
Baca Juga: Indonesia Disebut Swasembada Beras, Produksi 2025 Kembali Naik
Apabila ditinjau ke belakang, pola produksi beras di Indonesia sepanjang 2025 tercatat fluktuatif. Produksi melonjak pada Maret dan April 2025 yang masing-masing mencapai 5,23 juta ton, seiring dengan periode panen raya. Namun setelah itu, produksi mulai menurun pada Mei (2,94 juta ton) dan terus berfluktuasi hingga akhir tahun.
Memasuki pertengahan 2025, produksi sempat stabil di kisaran 2–3 juta ton, seperti pada Juni (2,31 juta ton) dan Juli (2,77 juta ton). Produksi beras bahkan sempat meningkat kembali pada Agustus (3,24 juta ton) dan September 2025 (3,44 juta ton), sebelum akhirnya kembali turun menjelang akhir tahun.
Kenaikan produksi pada Februari 2026 mengindikasikan mulai masuknya kembali musim panen di sejumlah daerah. Hal ini menjadi sinyal positif bagi ketahanan pangan nasional, terutama dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di dalam negeri.
Ke depannya, potensi produksi beras diproyeksi mencapai 5,21 juta ton pada bulan Maret, yang kemudian turun menjadi 4,13 juta ton pada April dan 2,58 juta pada Mei.
Dengan demikian, total produksi beras sementara pada Januari-Mei 2026 mencapai 16,57 juta ton, turun 2,22% dibanding Januari-Mei 2025 yang sebanyak 16,95 juta ton.
Baca Juga: 10 Provinsi Penghasil Beras Terbesar 2026
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2026/04/01/2560/luas-panen-dan-produksi-padi.html