Jumlah kematian di Provinsi DKI Jakarta sepanjang 2025 tercatat berbeda di setiap wilayah administrasi, mencerminkan variasi kondisi demografi dan besarnya populasi di masing-masing daerah.
Berdasarkan data dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi DKI Jakarta, Jakarta Timur menjadi wilayah dengan jumlah kematian tertinggi, sedangkan Kabupaten Kepulauan Seribu mencatat angka kematian paling rendah. Perbedaan tersebut menunjukkan distribusi kematian yang tidak merata di enam wilayah administrasi ibu kota.
Dari seluruh wilayah di DKI Jakarta, terdapat perbedaan jumlah kasus yang cukup signifikan, mulai dari wilayah dengan angka kematian tertinggi hingga terendah.
Baca Juga: Provinsi dengan Aduan Pelanggaran HAM Terbanyak
Jakarta Timur mencatatkan angka jumlah kematian tertinggi hingga 27.996 jiwapada 2025 (16.349 laki-laki dan 11.647 perempuan), disusul oleh Jakarta Selatan dengan jumlah kematian sebesar 20.204 jiwa (11.667 laki-laki dan 8.537 perempuan).
Jakarta Barat menjadi wilayah selanjutnya dengan jumlah kematian terbanyak sebesar 18.895 jiwa (10.767 laki-laki dan 8.128 perempuan), diikuti Jakarta Utara dengan jumlah kematian sebanyak 14.025 jiwa (8.019 laki-laki dan 6.006 perempuan).
Kemudian Jakarta Pusat menduduki peringkat kelima yang mencatatkan jumlah kematian hingga 10.992 jiwa (6.268 laki-laki dan 4.724 perempuan). Adapun Kepulauan Seribu merupakan wilayah terakhir dengan jumlah kematian terendah di Jakarta sebesar 234 jiwa (125 laki-laki dan 109 perempuan).
Selain berbeda dari sisi wilayah, penyebab kematian di DKI Jakarta juga didominasi oleh beberapa kategori. Berdasarkan data tersebut juga, mayoritas kematian sepanjang 2025 disebabkan oleh sakit biasa atau faktor usia dengan 87.807 jiwa atau 95,08% dari seluruh kematian.
Penyebab kematian lainnya yang tidak terkategorikan tercatat sebanyak 3.873 jiwa, sementara kecelakaan menyumbang 441 kematian. Kemudian pandemi atau wabah yang tercatat hingga 186 kematian, disusul bunuh diri yang juga tercatat dengan 26 kematian. Kriminalitas menjadi penyebab terakhir kematian di DKI Jakarta yang menyumbang 13 jiwa.
Secara keseluruhan, data ini menunjukkan bahwa distribusi kematian di DKI Jakarta tidak hanya dipengaruhi oleh perbedaan jumlah penduduk di setiap wilayah, tetapi juga didominasi oleh penyebab alami berupa sakit biasa atau faktor usia. Sementara itu, penyebab kematian lainnya hanya menyumbang sebagian kecil dari total kasus yang tercatat sepanjang 2025.
Baca Juga: Jakarta Barat Jadi Wilayah Paling Rentan Kebakaran di Ibu Kota
Sumber:
https://satudata.jakarta.go.id/statistik-sektoral/detail?kategori=artikel&page_url=artikel-data-penyebab-kematian-tahun-2025