Survei CELIOS: 67% Responden Mengaku Stres dengan Prabowo
Survei CELIOS 2026 menunjukkan 67% responden mengaku stres akibat perilaku Presiden Prabowo Subianto dan 75% akibat kebijakan pemerintah.
Perasaan Stres terhadap Perilaku Presiden Prabowo
(Tahun 2026)
Unduh
Sebanyak 67% responden mengaku mengalami stres akibat perilaku Presiden Prabowo Subianto. Temuan tersebut terungkap dalam laporan Rapor Kinerja 2 Tahun Pemerintahan Prabowo–Gibran yang diterbitkan Center of Economic and Law Studies (CELIOS) pada Oktober 2026.
Berdasarkan survei terhadap 1.142 responden masyarakat umum, sebanyak 67% menjawab mengalami stres akibat perilaku Prabowo, sedangkan 23% menyatakan tidak dan 9% lainnya menjawab tidak tahu.
Dalam laporannya, CELIOS menyoroti tekanan psikologis yang dilaporkan responden ketika mengevaluasi dua tahun pemerintahan Prabowo–Gibran.
Selain perilaku Presiden, survei CELIOS juga mengukur persepsi responden terhadap kebijakan pemerintahan Prabowo–Gibran.
Hasilnya, sebanyak 75% responden mengaku mengalami stres akibat kebijakan pemerintah. Sementara itu, 17% menyatakan tidak mengalami stres dan 8% lainnya menjawab tidak tahu.
CELIOS menyatakan bahwa dampak pemerintahan tidak hanya tercermin dari penilaian terhadap kebijakan, tetapi juga dari tekanan psikologis yang dirasakan responden.
Meski demikian, survei ini mengukur pengakuan responden mengenai perasaan stres, bukan diagnosis klinis terhadap kondisi kesehatan mental mereka.
Baca Juga: Menteri Kabinet Merah Putih dengan Kinerja Terbaik per September 2026
Dalam survei terpisah terhadap 129 ahli, sebanyak 83% menyatakan sangat khawatir terhadap gaya kepemimpinan dan komunikasi publik Presiden Prabowo Subianto.
Sebanyak 10% lainnya menyatakan khawatir, sementara 6% cukup khawatir dan 1% kurang khawatir.
Penilaian tersebut memperlihatkan adanya kekhawatiran di kalangan responden ahli terkait gaya kepemimpinan dan komunikasi publik Presiden selama dua tahun pemerintahannya.
Adapun survei CELIOS dilaksanakan pada 15 September hingga 9 Oktober 2026 dengan melibatkan 1.142 responden masyarakat umum dari berbagai provinsi di Indonesia dan 129 responden ahli.
Survei masyarakat menggunakan metode non-probability sampling melalui Meta Ads, disertai pembobotan (weighting) untuk menyesuaikan karakteristik sampel dengan populasi acuan.
Sementara itu, survei ahli menggunakan metode snowball sampling, yakni responden awal merekomendasikan ahli lain yang relevan.
Peneliti juga melakukan uji validitas dan reliabilitas instrumen survei. Karena pengambilan sampel masyarakat tidak dilakukan secara acak berbasis probabilitas, hasilnya perlu dibaca sebagai temuan pada responden penelitian dan tidak otomatis mewakili seluruh penduduk Indonesia.
Baca Juga: Jumlah Reshuffle Kabinet Masa Reformasi, dari Habibie hingga Prabowo
Sumber:
https://celios.co.id/rapor-2-tahun-pemerintahan-prabowo-gibran/
Key Insights
- Mayoritas masyarakat (67%) merasakan dampak psikologis negatif dari perilaku Presiden, menunjukkan bahwa gaya personal pemimpin memiliki resonansi emosional yang signifikan.
- Kebijakan pemerintah memicu stres pada proporsi yang lebih tinggi (75%) dibandingkan perilaku Presiden, mengindikasikan bahwa dampak kebijakan lebih langsung dirasakan masyarakat.
- Kekhawatiran yang sangat tinggi (93%) dari kalangan ahli terhadap gaya kepemimpinan Prabowo menyoroti potensi risiko tata kelola dan pengambilan keputusan.
- Meskipun survei menggunakan non-probability sampling, tingginya angka stres dan kekhawatiran ini tetap menjadi sinyal penting untuk diperhatikan oleh pemerintah.
Ditulis oleh Daffa Shiddiq Al-Fajri
Jurnalis data GoodStats Data
Bagikan statistik ini: