10 Wilayah dengan Angka Kemiskinan Terendah di Sulawesi Tenggara 2025
Kota Kendari jadi wilayah dengan persentase penduduk miskin terendah di Sulawesi Tenggara pada 2025, yakni 4,18%.
10 Wilayah dengan Persentase Penduduk Miskin Terendah di Sulawesi Tenggara
(Tahun 2025)
Unduh
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat kemiskinan di Indonesia mencapai 8,25% pada September 2025. Angka tersebut menunjukkan penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, ketika persentase penduduk miskin masih berada di angka 8,57% pada 2024.
Meskipun mengalami penurunan, persebaran kemiskinan masih menunjukkan adanya perbedaan antara wilayah perdesaan dan perkotaan. Pada September 2025, persentase penduduk miskin di perdesaan tercatat sebesar 10,72%, lebih tinggi dibandingkan wilayah perkotaan yang berada di angka 6,60%.
Di Sulawesi Tenggara, Kota Kendari menjadi wilayah paling minim penduduk miskin. Persentase penduduk miskin di wilayah tersebut hanya sebesar 4,18% pada 2025, lebih rendah dibanding angka kemiskinan Sulawesi Tenggara yang sebesar 10,54%.
Baca Juga: 10 Kota dengan Jumlah Penduduk Miskin Terbanyak 2025
Kota Baubau mengisi bangku kedua dengan persentase penduduk miskin sebesar 6,83%, diikuti Kabupaten Bombana sebesar 10,14% dan Kabupaten Kolaka dengan 10,19%.
Daftar lima besar wilayah paling minim penduduk miskin di Sulawesi Tenggara dilengkapi oleh Kabupaten Konawe Selatan yang memiliki 11,18% penduduk miskin.
Di bawahnya, Kabupaten Konawe Utara memiliki angka kemiskinan sebesar 11,89%, disusul Kabupaten Muna (12,4%), Kabupaten Kolaka Timur (12,57%), dan Kabupaten Konawe (12,78%).
Daftar 10 besar wilayah paling minim penduduk miskin di Sulawesi Tenggara ditutup oleh Kabupaten Muna Barat dengan 12,83%.
Sebaliknya, Kabupaten Konawe Kepulauan tercatat memiliki angka kemiskinan tertinggi di Sulawesi Tenggara, tembus 14,42% pada 2025, diikuti Kabupaten Buton Selatan (13,64%) dan Kabupaten Buton (13,46%).
Adapun BPS mendefinisikan penduduk miskin sebagai penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan (GK). Besaran GK berbeda-beda untuk setiap provinsi, ditentukan berdasarkan nilai pengeluaran untuk kebutuhan makanan setara 2.100 kilokalori per kapita per hari serta kebutuhan nonmakanan seperti perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan.
Baca Juga: Perkembangan Tingkat Kemiskinan di Indonesia
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/NjIxIzI=/persentase-penduduk-miskin-p0-menurut-kabupaten-kota.html
Ditulis oleh Agnes Z. Yonatan
Jurnalis data GoodStats Data
Bagikan statistik ini: