Timnas Indonesia Pimpin Nilai Pasar Skuad Termahal di ASEAN Hyundai Cup 2026

Timnas Indonesia memuncaki daftar skuad termahal pada ajang ASEAN Hyundai Cup 2026 dengan nilai menembus €9,43 juta.

Nilai Pasar Skuad ASEAN Hyundai Cup 2026

(Tahun 2026)

Turnamen ASEAN Hyundai Cup 2026 kembali bergulir, memanaskan tensi persaingan sepak bola di kawasan Asia Tenggara. Kejuaraan bergengsi ini tidak sekadar menyajikan adu taktik di atas rumput hijau, melainkan turut menyoroti ketimpangan kekuatan finansial antarnegara peserta.

Tim Nasional Indonesia sukses menduduki takhta tertinggi dengan total nilai pasar skuad mencapai €9,43 juta atau setara Rp163,81 miliar. Angka kemewahan ini seketika memicu perdebatan publik mengenai korelasi antara valuasi mahal di atas kertas dengan performa nyata sebuah tim di lapangan.

Berdasarkan data Transfermarkt, posisi kedua ditempati oleh Vietnam dengan nilai €6,63 juta. Skuad Bintang Emas ini membuktikan kematangan bermain lewat dominasi pilar liga domestik hingga sukses lolos sebagai juara Grup A.

Baca Juga: Klasemen Akhir Grup A ASEAN Championship 2026, Vietnam dan Singapura Finis di Atas Indonesia

Tailan kemudian menyusul di urutan ketiga dengan valuasi €5,48 juta. Tim Gajah Perang ini mengambil langkah berani dengan mengistirahatkan bintang senior seperti Teerasil Dangda demi memberi ruang bagi skuad pelapis, yang nyatanya tetap tampil luar biasa, menyapu bersih kemenangan di Grup B.

Bergeser ke papan tengah, Singapura mendemonstrasikan efisiensi taktik brilian bermodalkan skuad senilai €3,73 juta. Dipimpin oleh ketajaman penyerang muda Ilhan Fandi, mereka sukses menjungkirbalikkan kalkulasi finansial dan melaju ke semifinal sebagai kuda hitam pendamping Vietnam.

Malaysia berada tepat di bawahnya dengan nilai €3,33 juta yang mengandalkan keunggulan fisik gelandang Paulo Josue guna mengamankan status runner-up Grup B. Sementara itu, Myanmar yang bernilai €3,00 juta tampil agresif lewat penyerang Win Naing Tun dan Than Paing, walau akhirnya harus tersingkir lebih dini akibat ketidakstabilan skuad transisi mereka.

Filipina mengalami penurunan tajam ke posisi ketujuh dengan valuasi €2,63 juta akibat absennya pilar diaspora Eropa seperti Gerrit Holtmann. Kamboja menyusul dengan nilai €2,08 juta yang tampil cukup mengejutkan berkat perpaduan talenta lokal dan empat pemain naturalisasi senior termasuk striker Iago Bento.

Laos menempati urutan kesembilan dengan nilai €1,19 juta karena mendaftarkan mayoritas skuad U-23 guna mencari jam terbang internasional. Daftar ini ditutup oleh Timor Leste pada posisi juru kunci dengan valuasi €810 ribu, yang harus mengakui kerasnya persaingan usai lolos dari babak kualifikasi.

Kemegahan nilai pasar ini pada akhirnya menghadirkan sebuah paradoks yang sangat pahit bagi Indonesia. Meski ditopang gelandang termahal turnamen, yakni Thom Haye dengan nilai €900 ribu, Skuad Garuda justru harus angkat koper lebih awal di fase grup tanpa kehadiran bek andalan Justin Hubner.

Harapan juara kandas secara tragis usai takluk 0-3 dari Vietnam dan tertahan imbang 1-1 oleh Singapura. Realita ini menegaskan bahwa tingginya angka valuasi hanyalah metrik pemanis industri olahraga modern semata. Kerja keras kolektif, kedalaman strategi pelatih, serta mentalitas petarung selama 90 menit penuh tetap menjadi penentu absolut sebuah kemenangan sejati.

Baca Juga: Skor 1-1 Hasil Pertandingan Singapura vs Indonesia di ASEAN Championship 2026, Langkah Tim Garuda Terhenti di Fase Grup

Sumber:

https://www.transfermarkt.com/asean-championship/startseite/pokalwettbewerb/AFSE

Demas Reyhan Adritama
Ditulis oleh Demas Reyhan Adritama

IT & Sports Enthusiast

Lupa Sandi?

atau masuk dengan akun media sosial

Esc