Kinerja pemerintah daerah menjadi salah satu indikator penting dalam menilai efektivitas pelayanan publik. Penilaian masyarakat terhadap berbagai aspek pembangunan dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus acuan dalam menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran. Infrastruktur, layanan kesehatan, pendidikan, hingga ketahanan pangan merupakan sektor yang secara langsung memengaruhi kualitas hidup masyarakat.
Baca Juga: Negara ASEAN dengan Infrastruktur Terbaik 2026, Indonesia Peringkat Berapa?
Berdasarkan survei Lembaga Survei Indonesia (LSI), mayoritas publik Jawa Barat memberikan penilaian positif terhadap berbagai aspek kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Survei dilakukan pada 2-9 Juli 2026 terhadap 800 responden yang merupakan warga negara Indonesia berusia 17 tahun atau lebih dan memiliki hak pilih di Provinsi Jawa Barat. Sampel dipilih menggunakan metode multistage random sampling dengan wawancara tatap muka. Survei ini memiliki margin of error ±3,5% pada tingkat kepercayaan 95%.
Menurut Direktur Eksekutif LSI, Djayadi Hanan, hasil survei menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur dan layanan dasar menjadi aspek yang memperoleh apresiasi paling tinggi dari masyarakat Jawa Barat. Sementara itu, sektor ekonomi masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah meski mayoritas responden tetap memberikan penilaian positif.
“Aspek dengan apresiasi tertinggi adalah pembangunan infrastruktur dan layanan dasar, sedangkan sektor ekonomi masih menjadi tantangan utama pemerintah, meskipun lebih dari separuh responden tetap menyatakan puas terhadap kinerjanya,” ujarnya mengutip Antara (23/7/2026).
Temuan tersebut terlihat dari daftar bidang dengan tingkat kepuasan tertinggi. Peningkatan kualitas jalan dan jembatan serta peningkatan jumlah jalan dan jembatan sama-sama mencatat tingkat kepuasan sebesar 90%. Pada aspek kualitas jalan dan jembatan, sebanyak 29% responden menyatakan sangat puas dan 61% cukup puas. Adapun peningkatan jumlah jalan dan jembatan memperoleh 26% responden yang sangat puas dan 64% cukup puas.
Di bawahnya, penyediaan jaringan listrik serta jaringan komunikasi telepon dan internet sama-sama meraih tingkat kepuasan sebesar 89%. Selanjutnya, kualitas layanan kesehatan daerah dan peningkatan kualitas pendidikan tingkat SLTA memperoleh tingkat kepuasan 86%.
Sementara itu, ketersediaan bahan pangan mencapai 85%, disusul jaminan layanan kesehatan bagi masyarakat serta pencegahan bencana yang masing-masing memperoleh 84%. Pembangunan dan perbaikan jaringan irigasi melengkapi daftar sepuluh besar dengan tingkat kepuasan sebesar 82%.
Meski berbagai aspek pembangunan memperoleh apresiasi tinggi, hasil survei juga menunjukkan masih adanya sektor yang memerlukan perhatian lebih, terutama yang berkaitan dengan ekonomi masyarakat.
Pengentasan kemiskinan hanya memperoleh tingkat kepuasan sebesar 63%, sedangkan peningkatan kualitas tenaga kerja mencapai 67%. Adapun pembinaan koperasi di masyarakat menjadi aspek dengan tingkat kepuasan terendah, yakni 59%.
Temuan ini menunjukkan bahwa masyarakat paling mengapresiasi kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada pembangunan infrastruktur dan penyediaan layanan dasar. Sementara itu, penguatan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, pengentasan kemiskinan, serta pemberdayaan usaha rakyat masih menjadi ruang yang perlu terus diperkuat agar manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih merata oleh masyarakat.
Baca Juga: Jumlah Penduduk Miskin di Indonesia 10 Tahun Terakhir
Sumber:
https://www.lsi.or.id/post/rilis-lsi-jawa-barat-23-juli-2026