Sebaran Sekolah Menengah Atas (SMA) pada 2025 masih menunjukkan ketimpangan antarwilayah. Provinsi dengan jumlah penduduk relatif kecil, wilayah kepulauan, atau daerah pemekaran baru cenderung memiliki jumlah SMA lebih terbatas dibandingkan provinsi besar di Pulau Jawa dan Sumatra.
Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), Papua Selatan jadi provinsi dengan jumlah SMA paling sedikit, dengan total 38 SMA pada 2025. Papua Selatan masih dalam tahap memperkuat infrastruktur dasar, termasuk fasilitas pendidikan. Kondisi geografis dan persebaran penduduk yang tidak merata turut memengaruhi jumlah sekolah yang dapat dibangun dan dioperasikan secara optimal.
Baca Juga: 10 Kampus Terbaik Dunia Bidang Ilmu Sosial 2025
Di posisi berikutnya terdapat Papua Tengah dengan 47 SMA dan Papua Pegunungan dengan 49 SMA. Kedua wilayah ini memiliki tantangan geografis yang cukup berat, sehingga pembangunan sekolah membutuhkan biaya dan perencanaan yang lebih kompleks dibanding daerah dengan akses transportasi yang lebih mudah.
Sementara itu, Papua Barat memiliki 61 SMA, disusul Kalimantan Utara dengan 64 SMA.
Provinsi baru lainnya, Papua Barat Daya, tercatat memiliki 82 SMA. Angka ini menempatkannya dalam kelompok provinsi dengan jumlah SMA terbatas secara nasional, meski lebih tinggi dibanding beberapa provinsi Papua lainnya.
Di luar kawasan Papua dan Kalimantan, Kepulauan Bangka Belitung memiliki 87 SMA. Karakter wilayah kepulauan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi distribusi sekolah. Kondisi serupa juga terlihat di Gorontalo dengan 108 SMA serta Kepulauan Riau yang memiliki 136 SMA, di mana persebaran wilayah kepulauan menuntut strategi khusus dalam penyediaan layanan pendidikan.
Menariknya, Bali juga masuk dalam daftar ini dengan 145 SMA. Meski dikenal sebagai destinasi pariwisata internasional, luas wilayah yang relatif kecil dan jumlah penduduk yang lebih terkonsentrasi membuat jumlah SMA di Bali lebih sedikit dibanding banyak provinsi besar lainnya.
Berikut provinsi dengan jumlah SMA paling sedikit pada 2025.
- Papua Selatan - 38 SMA
- Papua Tengah - 47 SMA
- Papua Pegunungan - 49 SMA
- Papua Barat - 61 SMA
- Kalimantan Utara - 64 SMA
- Papua Barat Daya - 82 SMA
- Kep. Bangka Belitung - 87 SMA
- Gorontalo - 108 SMA
- Kep. Riau - 136 SMA
- Bali - 145 SMA
Dari daftar di atas, dapat dilihat bahwa provinsi dengan jumlah SMA paling sedikit didominasi oleh wilayah pemekaran dan daerah dengan tantangan geografis tinggi. Faktor kepadatan penduduk, luas wilayah, serta kemampuan fiskal daerah turut memengaruhi ketersediaan sekolah menengah atas.
Baca Juga: Lebih dari 4,5 Juta Mahasiswa Indonesia Berkuliah di Kampus Swasta
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/publication/2026/02/27/a43f03f45543dc4e9942f44c/statistik-indonesia-2026.html