Kepuasan publik terhadap program pemerintah menjadi salah satu tolok ukur penting dalam menilai keberhasilan kebijakan yang dijalankan. Tidak hanya dilihat dari besarnya anggaran atau cakupan program, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat merasakan manfaatnya secara langsung dalam kehidupan sehari-hari. Pada awal 2026, berbagai program prioritas kembali dievaluasi melalui persepsi publik, yang mencerminkan kebutuhan serta harapan masyarakat terhadap peran negara dalam meningkatkan kesejahteraan.
Baca Juga: Bagaimana Sentimen Publik terhadap Program Cek Kesehatan Gratis?
Berdasarkan hasil survei Yayasan Pelopor Pilihan Tujuhbelas (PP17) pada Kuartal I 2026, program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menempati posisi teratas sebagai program quick win pemerintah yang paling memuaskan. Survei ini melibatkan 387 responden berusia 17-44 tahun yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Pengumpulan data dilakukan melalui metode Computer-Assisted Self Interviewing (CASI) atau survei daring pada 13-16 Maret 2026. Dari sisi sebaran wilayah, sebanyak 56% responden berasal dari Pulau Jawa, 18% dari Sumatra, dan 26% dari wilayah lainnya.
Dalam hasil survei tersebut, program cek kesehatan gratis (CKG) memperoleh tingkat kepuasan tertinggi sebesar 57%. Capaian ini menunjukkan bahwa publik memberikan apresiasi tinggi terhadap program yang berdampak langsung pada kebutuhan dasar, khususnya di bidang kesehatan. Kehadiran program ini dinilai mampu menjawab kebutuhan masyarakat akan akses pemeriksaan kesehatan tanpa harus terbebani biaya.
Sejalan dengan tingginya tingkat kepuasan tersebut, data Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa capaian program CKG terus mengalami peningkatan. Hingga awal 2026, lebih dari 4,5 juta masyarakat telah mengikuti program ini. Pemeriksaan yang dilakukan berfokus pada deteksi dan penanganan penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, dan obesitas, serta masalah kesehatan gigi yang masih banyak dikeluhkan oleh berbagai kelompok usia.
Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, menegaskan bahwa tujuan utama dari program ini adalah mendorong masyarakat untuk tidak terlambat dalam mendapatkan penanganan medis.
“Tujuan akhirnya sederhana, jangan sampai masyarakat terlambat berobat. Jalur utama agar masyarakat sehat bukan hanya tahu, tapi benar-benar memastikan kita tidak sedang kurang sehat,”, ujarnya, mengutip Kemenkes (10/2/2026).
Di sisi lain, program-program quick win lainnya juga menunjukkan tingkat kepuasan yang beragam. Sekolah Unggulan Garuda mencatat tingkat kepuasan sebesar 49%, diikuti oleh program food estate sebesar 47% dan Kartu Kesejahteraan Sosial sebesar 46%.
Program Badan Penerimaan Negara memperoleh 43%, sementara pembangunan infrastruktur serta program Makan Bergizi Gratis masing-masing meraih 42%. Adapun kenaikan gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) berada di posisi terakhir dengan tingkat kepuasan sebesar 37%.
Baca Juga: Cek Kesehatan Gratis Targetkan 100 Ribu Orang per Hari, Ini Provinsi dengan Penerima Terbanyak
Sumber:
https://kawula17.id/publikasi