Menurut laporan Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah anak usia dini di Indonesia mencapai 31 juta jiwa pada pertengahan 2025, setara 11,08% dari total penduduk kala itu. Dengan kata lain, 11 dari 100 penduduk Indonesia merupakan anak berusia 0-6 tahun.
Ditinjau dari sebaran provinsinya, provinsi dengan proporsi anak usia dini terendah kebanyakan berasal dari wilayah barat Indonesia.
Baca Juga: 10 Aktivitas Anak Usia Dini Bersama Orang Tua 2025
Provinsi paling minim anak usia dini banyak ditemukan di Jawa, dengan DI Yogyakarta memuncaki daftar (8,94%), diikuti Jawa Timur (9,6%), DKI Jakarta (9,68%), Bali (9,92%), dan Jawa Tengah (10,26%).
Sulawesi Utara jadi provinsi asal timur Indonesia dengan proporsi anak usia dini terendah, yakni sebanyak 10,28%. Kembali ke Jawa, Jawa Barat mencatatkan 10,93% anak usia dini, diikuti Kalimantan Timur dengan 10,95%.
Banten melengkapi daftar dengan 11,02%, membuat seluruh provinsi di Pulau Jawa memiliki proporsi anak usia dini di bawah rata-rata nasional yang sebesar 11,08%. Daftar sepuluh besar ditutup oleh Sulawesi Selatan dengan 11,51%.
Sementara itu, provinsi dengan proporsi anak usia dini tertinggi didominasi wilayah timur Indonesia. Papua Selatan berada di puncak dengan proporsi mencapai 17,58% pada 2025, diikuti Papua (14,18%), dan Nusa Tenggara Timur (13,95%).
Sebanyak 51% anak usia dini merupakan laki-laki, sedangkan 48,95% sisanya adalah perempuan. Menariknya, distribusi anak usia dini justru lebih banyak ditemukan di Pulau Jawa, mencapai 51,61%. Hal ini dipengaruhi oleh besarnya populasi di Pulau Jawa, sehingga walaupun proporsi anak usia dini di provinsi di Jawa tergolong rendah, jumlahnya masih lebih unggul dibanding provinsi lain.
Baca Juga: 42% Anak Usia Dini Indonesia Sudah Gunakan Handphone
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/publication/2025/12/05/0aa15c4692d4dbc27049aa33/profil-anak-usia-dini-2025.html