Lalu lintas digital masyarakat Indonesia terus bergerak dinamis. Berdasarkan data terbaru dari Semrush, terdapat sepuluh website edukasi yang mencatat kunjungan tertinggi dari pengguna internet di Indonesia. Data ini memberi gambaran menarik tentang bagaimana kebiasaan digital masyarakat terbentuk.
Semrush merupakan platform analitik pemasaran digital asal Amerika Serikat yang menyediakan data terkait trafik website, performa kata kunci, hingga perilaku audiens. Data dari platform ini kerap digunakan perusahaan, media, hingga praktisi digital untuk membaca tren dan memetakan strategi konten.
Baca Juga: 10 Jenis Website dan Aplikasi yang Paling Banyak Digunakan Publik RI 2025
Berdasarkan data per Januari 2026, Google.co.id menempati posisi pertama dengan 22,6 juta kunjungan. Dominasi ini menegaskan bahwa mesin pencari masih menjadi pintu utama masyarakat Indonesia dalam mengakses informasi, mulai dari berita, hiburan, hingga kebutuhan sehari-hari.
Posisi kedua ditempati Inilah.com dengan 16,7 juta kunjungan. Tingginya angka ini menunjukkan kebutuhan publik terhadap informasi aktual yang cepat dan mudah diakses secara daring.
Sementara itu, KlikBCA.com dan Alodokter.com sama-sama mencatat 14,6 juta kunjungan. Trafik besar ke KlikBCA mencerminkan masifnya aktivitas perbankan digital, sedangkan Alodokter memperlihatkan tingginya minat masyarakat terhadap literasi dan konsultasi kesehatan secara online.
Di posisi berikutnya ada Republika.co.id dengan 14,4 juta kunjungan serta RRI.co.id sebesar 11,5 juta kunjungan. Keduanya memperkuat gambaran bahwa media daring masih menjadi rujukan utama informasi publik.
Platform konferensi virtual Zoom.us juga mencatat 11,5 juta kunjungan, menandakan kebutuhan pertemuan daring yang tetap tinggi. Selain itu, situs keagamaan NU.or.id meraih 10,7 juta kunjungan, diikuti Microsoftonline.com dengan 10 juta dan Kemenag.go.id sebesar 9 juta kunjungan.
Secara umum, daftar ini memperlihatkan pola yang jelas: masyarakat Indonesia mengandalkan mesin pencari, aktif mengakses media daring, serta semakin terbiasa menggunakan layanan digital untuk kebutuhan perbankan, kesehatan, produktivitas, dan keagamaan. Angka-angka ini bukan sekadar statistik, melainkan potret nyata perilaku digital Indonesia hari ini.
Baca Juga: 7 Alasan Publik RI Gunakan Fitur Ad Blockers saat Kunjungi Website
Sumber:
https://www.semrush.com/website/top/indonesia/education/