34,9% Perempuan Sering Kewalahan Urus Rumah Tangga, Bagaimana dengan Laki-laki?
Sebanyak 34,9% perempuan sering atau sangat sering merasa kewalahan dengan tanggung jawab rumah tangga, dibandingkan 18,4% laki-laki.
Tingkat Kewalahan dalam Menjalankan Tanggung Jawab Rumah Tangga
(Tahun 2026)
Unduh
Tanggung jawab rumah tangga tidak hanya berkaitan dengan pekerjaan seperti memasak, membersihkan rumah, atau mengurus anak. Ada pula keputusan yang perlu dibuat setiap hari, mulai dari mengatur pengeluaran hingga memastikan kebutuhan keluarga tetap terpenuhi. Bagi sebagian perempuan yang juga bekerja, berbagai tanggung jawab tersebut dapat menjadi beban tambahan.
Baca Juga: Besar Rata-rata Pengeluaran Rumah Tangga Bulanan untuk Komunikasi di Indonesia 2025
Survei Populix bertajuk Studi Lanjut Kesenjangan Upah: Beban Pengasuhan dan Kerja Domestik yang Luput dari Hitungan Ekonomi mengukur beban pengasuhan pada 1.000 rumah tangga perkotaan.
Survei dilakukan secara daring pada Maret-April 2026. Beban pengasuhan diukur menggunakan Gendered Care Burden Index (GCBI) dengan skala 0-100, yang mencakup beban waktu, beban keputusan dan mental, serta kekurangan dukungan pengasuhan. Semakin tinggi skor, semakin berat beban yang ditanggung.
Salah satu temuan menunjukkan adanya perbedaan pengalaman antara perempuan dan laki-laki dalam menghadapi tanggung jawab rumah tangga. Sebanyak 34,9% perempuan mengaku sering atau sangat sering merasa kewalahan karena tanggung jawab rumah tangga. Persentase tersebut hampir dua kali lipat dibandingkan laki-laki yang mencapai 18,4%.
Jika dilihat lebih rinci, 25,4% perempuan menyatakan sering merasa kewalahan, sedangkan 9,5% lainnya mengalaminya dengan sangat sering.
Sementara itu, pada laki-laki, 14,2% mengaku sering dan 4,2% sangat sering merasa kewalahan. Hanya 3,6% perempuan yang menyatakan tidak pernah merasa kewalahan, berbanding 15,9% laki-laki.
Perbedaan tersebut juga terlihat dari skor beban pengasuhan. Perempuan mencatat skor rata-rata 47,7, lebih tinggi dibandingkan laki-laki sebesar 43,2. Selisih paling besar terdapat pada beban keputusan dan mental. Skor perempuan mencapai 59,7, sedangkan laki-laki 48,5.
Dalam pembagian waktu, total jam kerja harian perempuan dan laki-laki sebenarnya relatif berdekatan. Perempuan menghabiskan sekitar 11,72 jam per hari untuk pekerjaan berbayar dan domestik, sedangkan laki-laki 11,41 jam. Namun, perempuan mencurahkan 3,24 jam untuk pekerjaan domestik, lebih lama dibandingkan laki-laki yang mencapai 2,55 jam.
Selain pekerjaan fisik, perempuan juga lebih banyak mengatur keputusan pengeluaran rumah tangga. Sebanyak 71,7% perempuan mengatur 60% atau lebih keputusan pengeluaran harian, sementara pada laki-laki angkanya 60,8%.
Temuan Populix menunjukkan bahwa beban rumah tangga tidak hanya dapat dilihat dari jumlah jam yang digunakan untuk bekerja. Tanggung jawab mengambil keputusan, mengatur kebutuhan keluarga, serta keterbatasan dukungan pengasuhan turut menjadi bagian dari beban yang dirasakan. Karena itu, pembagian tanggung jawab yang lebih seimbang serta dukungan pengasuhan dapat menjadi bagian penting dalam menciptakan kehidupan keluarga dan dunia kerja yang lebih mendukung.
Baca Juga: Gaji Pekerja Laki-laki dan Perempuan Terpaut Rp755 Ribu pada Februari 2026
Sumber:
https://populix.co/id/data-hub/reports/studi-lanjut-kesenjangan-upah-beban-pengasuhan-dan-kerja-domestik-yang-luput-dari-hitungan-ekonomi
Ditulis oleh Annisa Rendanianti
Jurnalis data GoodStats Data
Bagikan statistik ini:
Artikel Terkait
Pendapatan Nelayan Triwulan II 2026 Turun, Tapi Biaya Produksi Meningkat