41% Jalan Nasional di Indonesia dalam Kondisi Baik

Sisanya, sebanyak 53,26% jalan nasional di Indonesia dalam kondisi sedang, diikuti rusak ringan sebesar 3,65% dan rusak berat hanya 1,14%.

Kondisi Jalan Nasional di Indonesia

(Tahun 2024)
Ukuran Fon:

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sebanyak 41,95% jalan nasional di Indonesia tergolong ke dalam kondisi baik pada 2024. Walau belum sepenuhnya, angka yang hampir mencakup separuh ini menunjukkan bahwa upaya pemeliharaan dan pembangunan infrastruktur jalan nasional telah berjalan.

Jika ditinjau dari provinsinya, Kepulauan Bangka Belitung menjadi provinsi dengan proporsi jalan nasional dalam keadaan baik terbanyak, yaitu mencapai 84,39%, diikuti oleh Kepulauan Riau sebesar 79,69% dan Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta sebanyak 68,4%.

Baca Juga: 10 Ruas Jalan Tol Terpanjang di Indonesia

Kendati demikian, mayoritas jalan nasional justru berada pada jalan dengan kategori kondisi sedang, yaitu mencapai 53,26%. Dominasi kondisi ini menandakan bahwa lebih dari setengah jalan nasional masih membutuhkan peningkatan kualitas agar dapat berfungsi secara optimal dan berkelanjutan.

Sementara itu, persentase jalan nasional yang tercatat mengalami kerusakan ringan mencapai 3,65% dan kerusakan berat sebesar 1,14%. Proporsi ini menunjukkan bahwa kerusakan ringan hingga parah tergolong terbatas, meski tetap memerlukan perhatian khusus mengingat peran strategis jalan nasional dalam konektivitas wilayah dan aktivitas ekonomi.

Dengan ini, distribusi kondisi jalan nasional di Indonesia menegaskan bahwa tantangan utama infrastruktur bukan semata pada kerusakan ringan ataupun berat. Mayoritas jalan nasional yang dalam keadaan sedang menjadi indikasi dibutuhkannya peningkatan kualitas jalan ini agar tidak mengalami degradasi lebih lanjut.

Sebagai bagian dari upaya memperbaiki kualitas jalan nasional, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Republik Indonesia (RI) telah menargetkan alokasi sebanyak Rp820,4 triliun untuk target prioritas infrastruktur dalam fungsi ekonomi Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026.

Adapun target yang ditetapkan meliputi pembangunan jalan nasional sepanjang 194,75 km dan preservasi jalan nasional sejauh 1.507,08 km.

Selain itu, pembangunan jalan tol, jembatan, dan flyover atau underpass juga menjadi target Fungsi Ekonomi dalam RAPBN 2026. Dalam hal ini, rincian panjang masing-masing prasarana mencakup jalan tol sejauh 28,19 km, jembatan sepanjang 3.954,74 m, dan flyover atau underpass dengan total jarak 362,72 m.

Dengan pengelolaan dan pemeliharaan yang konsisten, jalan nasional berpotensi menjadi tulang punggung konektivitas yang lebih andal dan merata di masa mendatang.

Baca Juga: Selain Pembangunan Jalan, Ini Target Fungsi Ekonomi RAPBN 2026

Sumber:

https://www.bps.go.id/id/publication/2025/12/31/20472bbffea268af42cc5c4d/konstruksi-dalam-angka-2025.html

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook