42% Publik RI Cemas terhadap Konflik Iran Vs AS-Israel

Juga terdapat publik yang merasa marah (14,9%) akan konflik Iran dengan AS-Israel, disusul oleh emosi sedih (12,02%) dan netral (10,7%).

Ragam Emosi Publik RI terhadap Konflik Iran Vs AS-Israel

(Tahun 2026)
Ukuran Fon:

Konflik di Timur Tengah antara Iran dan Amerika Serikat (AS) bersama Israel yang kini tengah terjadi mengundang beragam emosi dari publik Indonesia. Berdasarkan survei GoodStats, mayoritas publik Indonesia merasakan emosi cemas terhadap peristiwa tersebut, dengan proporsi 42,3%.

Angka yang hampir mencakup setengah dari seluruh responden ini menjadikannya sebagai jawaban dominan, jauh di atas emosi lainnya. Selain itu, terdapat 14,9% publik yang merasa marah, diikuti oleh responden yang mengalami emosi sedih dengan persentase 12,02%.

Di samping itu, ditemukan pula publik yang merasa bahwa konflik antara Iran dengan AS-Israel tidak mengganggunya sama sekali serta lebih memilih untuk bersikap netral dan biasa saja, dengan angka 10,7%.

Baca Juga: 60% Publik RI Nilai Konflik Iran Vs AS-Israel Berdampak pada Indonesia, Apa Dampaknya?

Hanya berselisih tipis, survei ini kian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menunjukkan emosional yang kuat, dengan adanya 10,34% responden yang merasa takut dengan terjadinya konflik Timur Tengah.

Dengan persentase yang lebih kecil, terdapat publik Indonesia yang merasa bingung untuk memahami situasi saat ini dengan angka 7,33%, diikuti oleh 1,2% responden yang memilih untuk bersikap apatis ataupun tidak peduli. Sementara itu, terhitung 1,2% publik memilih ragam emosi lainnya yang tidak ada dalam daftar.

Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Republik Indonesia (RI) mendesak Iran, Israel dan Amerika Serikat (AS) untuk menghentikan aksi saling serang di kawasan Timur Tengah. Hal itu disampaikan oleh Juru Bicara (Jubir) II Kemlu RI, Nabyl Mulachela dalam press briefing di Ruang Palapa, Kemlu RI, Jakarta pada Jumat (13/3/2026).

“Indonesia melihat bahwa akses untuk transportasi laut ini (Selat Hormuz) penting bagi seluruh dunia. Artinya disini kita melihat dengan kondisi yang terjadi di Timur Tengah, banyak efek luas yang dialami oleh berbagai negara,” tegasnya.

Sebelumnya, eskalasi konflik Iran dengan AS dan Israel sempat memicu pembatasan akses kapal di Selat Hormuz oleh Iran. Kondisi ini turut berdampak pada sejumlah kapal milik Indonesia yang dilaporkan tertahan di wilayah tersebut.

Lebih lanjut, ia menyebut seruan penghentian konflik merupakan langkah yang seimbang untuk mendorong deeskalasi. Pemerintah pun berharap seluruh pihak dapat kembali menempuh jalur diplomasi sebagai solusi penyelesaian konflik.

Pengumpulan data dalam survei bertajuk Survei Persepsi Publik Indonesia terhadap Perang Amerika - Israel dan Iran ini dilakukan dengan metode kuantitatif secara online. Dilakukan pada 7-11 Maret 2026, survei ini melibatkan 540 responden yang sebagian besarnya merupakan Gen Z.

Baca Juga: 71% Publik RI Nilai Konflik Iran Vs AS-Israel Pengaruhi Rasa Aman sebagai Warga Negara

Sumber:

https://goodstats.id/publication/survei-persepsi-publik-indonesia-terhadap-perang-amerika-israel-dan-iran-VxdUU

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook