Kemiskinan masih menjadi salah satu tantangan utama pembangunan di Indonesia pada 2025. Di tengah upaya pemulihan ekonomi nasional dan berbagai program perlindungan sosial yang dijalankan pemerintah, data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa jumlah penduduk miskin di sejumlah provinsi masih tergolong tinggi. Kondisi ini mencerminkan adanya ketimpangan pembangunan antardaerah, baik dari sisi kesempatan kerja, kualitas sumber daya manusia, maupun akses terhadap layanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan.
Baca Juga: 10 Provinsi dengan Persentase Penduduk Miskin Terendah 2025
Berdasarkan data BPS, Jawa Timur menempati posisi teratas sebagai provinsi dengan jumlah penduduk miskin terbanyak pada 2025, yakni mencapai 3,87 juta jiwa atau setara dengan 9,50% dari total penduduk. Angka ini menunjukkan bahwa meskipun Jawa Timur merupakan salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Pulau Jawa, persoalan kemiskinan struktural masih belum sepenuhnya teratasi. Oleh karena itu, penguatan kebijakan penanggulangan kemiskinan menjadi agenda penting bagi pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Kepala BPS Jawa Timur, Zulkipli mengatakan penurunan angka kemiskinan membutuhkan kebijakan yang tepat sasaran serta berbasis data yang akurat dan mendetail. Karena itu, kondisi dan karakteristik penduduk miskin perlu dipahami secara menyeluruh agar program pemerintah benar-benar berjalan dengan efektif.
“Untuk menyusun kebijakan, data yang akurat dan rinci sangat dibutuhkan. Perlu dikaji lebih dalam tentang karakteristik penduduk miskin, mulai dari aspek demografi, pendidikan, kesehatan hingga perumahan,” ujarnya mengutip Jawapos (20/01/2026)
Adapun provinsi dengan jumlah penduduk miskin terbanyak kedua ditempati Jawa Barat dengan 3,64 juta jiwa, disusul Jawa Tengah sebanyak 3,36 juta jiwa. Ketiga provinsi di Pulau Jawa ini memiliki jumlah penduduk yang besar, sehingga secara absolut angka kemiskinannya juga tinggi meskipun persentasenya relatif lebih rendah dibandingkan beberapa daerah lain.
Di luar Pulau Jawa, Sumatra Utara mencatat 1,14 juta penduduk miskin, sementara Nusa Tenggara Timur mencapai 1,08 juta jiwa. Kedua provinsi ini masih dihadapkan pada keterbatasan pembangunan yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Tingginya jumlah penduduk miskin di berbagai provinsi menunjukkan bahwa penanganan kemiskinan membutuhkan pendekatan yang spesifik sesuai karakteristik daerah. Perumusan kebijakan berbasis data yang kuat menjadi langkah penting untuk memastikan program penanggulangan kemiskinan berjalan lebih efektif dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Baca Juga: Sebaran Penduduk Miskin Berdasarkan Pulau, 52% Ada di Jawa
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/NjE5IzI%3D/jumlah-penduduk-miskin--ribu-jiwa--menurut-kabupaten-kota.html