5 Sektor dengan Konsumsi Energi Terbesar di Indonesia 2020–2024

Sektor industri, konstruksi, dan pertambangan non migas konsisten menjadi penyerap energi terbesar di Indonesia.

Konsumsi Akhir Energi Menurut Sektor (terajoule)

(Tahun 2020-2024)
Ukuran Fon:

Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Neraca Energi Indonesia yang dirilis pada Rabu (31/12/2025) mencatat perkembangan konsumsi energi nasional sepanjang 2020–2024. Data ini memperlihatkan dengan jelas sektor-sektor mana yang paling banyak menyerap energi sekaligus menggambarkan arah pertumbuhan ekonomi dan aktivitas masyarakat dalam beberapa tahun terakhir.

Secara umum, konsumsi energi nasional terus meningkat seiring pemulihan dan ekspansi aktivitas ekonomi. Dari sisi sektoral, industri, konstruksi, dan pertambangan non migas masih menjadi penyerap energi terbesar.

Pada 2020, konsumsi energi sektor ini tercatat sebesar 2,37 juta terajoule dan meningkat menjadi 2,69 juta terajoule pada 2021. Memasuki 2022, konsumsi energi melonjak tajam menjadi 3,84 juta terajoule, seiring pulihnya aktivitas industri dan proyek konstruksi. Tren kenaikan berlanjut pada 2023 dan 2024, dengan konsumsi masing-masing mencapai 4,16 juta dan 4,52 juta terajoule. Konsistensi kenaikan ini menegaskan peran sektor industri sebagai motor utama perekonomian sekaligus pengguna energi terbesar di Indonesia.

Baca Juga: Penjualan Listrik Indonesia Menurut Jenis Pelanggan 2024

Di posisi kedua, sektor rumah tangga menunjukkan konsumsi energi yang relatif stabil sepanjang periode pengamatan. Pada 2020, konsumsi energi rumah tangga tercatat sebesar 1,53 juta terajoule dan meningkat tipis menjadi 1,58 juta terajoule pada 2021. Angka ini sempat sedikit menurun pada 2022, sebelum kembali naik pada 2023 dan mencapai 1,66 juta terajoule pada 2024. Pergerakan ini mencerminkan dinamika mobilitas masyarakat, pemulihan aktivitas perjalanan, serta pertumbuhan sektor logistik.

Sektor transportasi berada di peringkat ketiga dengan dinamika yang cukup jelas. Konsumsi energi transportasi naik dari 867 ribu terajoule pada 2020 menjadi lebih dari 1 juta terajoule pada 2021, seiring meningkatnya mobilitas. Tren berlanjut pada 2022, sebelum mengalami sedikit koreksi pada 2023, lalu kembali meningkat pada 2024 menjadi 1,25 juta terajoule. Fluktuasi ini mencerminkan pemulihan bertahap mobilitas masyarakat dan pertumbuhan sektor logistik.

Kelompok konsumen lainnya mencatat konsumsi energi yang lebih kecil, namun dengan pola naik-turun yang menarik. Pada 2020, konsumsi energi sektor ini mencapai 395 ribu terajoule, kemudian menurun pada 2021. Sejak 2022, konsumsi kembali meningkat dan terus naik hingga 455 ribu terajoule pada 2024, menandakan meningkatnya aktivitas pada sektor-sektor di luar kelompok utama.

Di posisi terakhir, sektor pertanian menjadi pengguna energi paling kecil sepanjang 2020–2024. Konsumsi energi sektor ini relatif rendah pada 2020 dan 2021, lalu mulai meningkat sejak 2022. Pada 2024, konsumsi energi pertanian hampir mencapai 50 ribu terajoule. Meski volumenya kecil, pertumbuhan ini menunjukkan meningkatnya penggunaan energi dalam praktik pertanian modern.

Energi yang dimaksud dalam data ini adalah seluruh energi yang digunakan oleh masing-masing sektor untuk menjalankan aktivitasnya, baik dalam bentuk listrik, bahan bakar minyak, gas, maupun sumber energi lainnya. Energi tersebut dipakai untuk menggerakkan mesin industri, transportasi, peralatan rumah tangga, hingga kegiatan pertanian. Dengan kata lain, angka konsumsi energi ini menggambarkan seberapa besar 'tenaga' yang dibutuhkan tiap sektor agar aktivitas ekonomi dan sosial tetap berjalan.

Secara keseluruhan, data BPS ini menunjukkan bahwa struktur konsumsi energi Indonesia masih didominasi sektor industri, disusul rumah tangga dan transportasi. Sementara itu, sektor-sektor lain mulai tumbuh, menandakan semakin luasnya pemanfaatan energi di berbagai aktivitas ekonomi. Ke depan, tantangan terbesar adalah memastikan peningkatan konsumsi energi ini diimbangi dengan efisiensi dan pergeseran menuju sumber energi yang lebih berkelanjutan.

Baca Juga: 5 Bahan Bakar Terbesar untuk Pembangkit Listrik di Indonesia 2022–2024

Sumber:

https://www.bps.go.id/id/publication/2025/12/31/08fbe1e409d6fe8a83688144/neraca-energi-indonesia-2020-2024.html

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook