Badan Pusat Statistik (BPS) merilis Laporan Neraca Energi Indonesia pada 31 Desember 2025. Salah satu indikator penting yang tercantum dalam publikasi tersebut adalah penjualan listrik nasional menurut jenis pelanggan. Data ini memberikan gambaran struktur permintaan listrik Indonesia sekaligus menunjukkan sektor-sektor utama yang menjadi penggerak konsumsi energi listrik nasional.
Pada 2024, penjualan listrik nasional didominasi oleh pelanggan rumah tangga. Total listrik yang disalurkan ke sektor ini mencapai 130.433 Gigawatt-hour (GWh), menjadikannya kontributor terbesar dalam struktur penjualan listrik Indonesia.
Sektor industri menempati posisi kedua dengan penjualan listrik sebesar 92.196 GWh. Angka ini menegaskan peran sektor industri sebagai motor utama aktivitas ekonomi nasional yang sekaligus menjadi konsumen energi listrik dalam jumlah besar.
Di posisi berikutnya, sektor bisnis mencatat penjualan listrik sebesar 58.771 GWh. Konsumsi listrik pada sektor ini mencerminkan aktivitas perdagangan, jasa, dan komersial yang terus tumbuh, khususnya di wilayah perkotaan.
Sementara itu, penjualan listrik kepada badan sosial tercatat sebesar 12.679 GWh, yang mencakup fasilitas pendidikan, kesehatan, dan kegiatan sosial lainnya. Konsumsi listrik pada kelompok ini relatif lebih kecil dibandingkan sektor ekonomi utama, namun memiliki peran strategis dalam mendukung layanan publik dan kesejahteraan masyarakat.
Penjualan listrik untuk gedung kantor pemerintah mencapai 5.412 GWh, sedangkan penerangan jalan umum (PJU) tercatat sebesar 3.528 GWh. Adapun kategori lainnya menyumbang penjualan listrik sebesar 3.200 GWh, menunjukkan kontribusi minor namun tetap menjadi bagian dari keseluruhan sistem penyaluran listrik nasional.
Secara keseluruhan, data ini menunjukkan bahwa permintaan listrik Indonesia masih didorong kuat oleh sektor rumah tangga dan industri. Struktur ini mengindikasikan bahwa percepatan transisi energi tidak hanya bergantung pada sisi pembangkitan, tetapi juga memerlukan strategi berbasis pelanggan.
Baca Juga: Produksi Listrik Indonesia Menurut Jenis Pembangkit 2022–2024
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/publication/2025/12/31/08fbe1e409d6fe8a83688144/neraca-energi-indonesia-2020-2024.html