Lebih dari separuh penduduk miskin di Indonesia ternyata tinggal di Pulau Jawa. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, di Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Palangka Raya, pada Selasa (15/4/2025).
Gus Ipul menyebutkan bahwa tiga provinsi di Pulau Jawa yakni Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jawa Tengah menjadi penyumbang terbesar terhadap angka kemiskinan nasional. Data tersebut merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS) per September 2024, di mana ketiga provinsi tersebut secara total menyumbang 52,45% dari total penduduk miskin di Indonesia.
“Ketiga provinsi ini menyumbang 52,45% penduduk miskin, sehingga lebih dari 50 persen penduduk miskin kita ada di Pulau Jawa,” ungkapnya.
Jika dilihat dari persentase, tingkat kemiskinan di provinsi-provinsi di Jawa memang lebih rendah dibandingkan beberapa wilayah lain seperti Papua Barat. Namun, karena jumlah penduduk di Jawa jauh lebih besar, angka riil penduduk miskinnya sebenarnya lebih tinggi.
Misalnya, Jawa Tengah yang punya persentase kemiskinan sebesar 9,58% dengan jumlah penduduk 37,89 juta jiwa (BPS), menghasilkan angka kemiskinan riil sekitar 3,40 juta jiwa. Jawa Timur tercatat memiliki 3,89 juta penduduk miskin (9,56%), sementara Jawa Barat menyumbang 3,67 juta jiwa (7,08%).
Sebagai perbandingan, Papua Barat memang memiliki persentase kemiskinan yang jauh lebih tinggi, yakni 21,09%, bahkan jadi yang tertinggi di RI. Namun karena jumlah penduduknya hanya sekitar 1,2 juta jiwa, angka penduduk miskinnya secara riil tetap lebih kecil dibandingkan provinsi-provinsi di Pulau Jawa.
Berikut adalah data lengkap persentase kemiskinan di enam provinsi di Pulau Jawa berdasarkan BPS per September 2024:
- Daerah Istimewa Yogyakarta (10,4%)
- Jawa Tengah (9,58%)
- Jawa Timur (9,56%)
- Jawa Barat (7,08%)
- Banten (5,7%)
- DKI Jakarta (4,14%)