Optimis, 73% Publik RI Akan Tingkatkan Ibadah saat Ramadan 2026

Sementara itu, sebanyak 25% publik Indonesia bertekad bahwa kegiatan ibadahnya saat Ramadan 2026 akan sama seperti hari biasa.

Rencana Intensitas Ibadah Publik RI saat Ramadan

(Tahun 2026)
Ukuran Fon:

Berdasarkan survei YouGov, sebanyak 73% publik Indonesia merasa optimis bahwa intensitas ibadahnya akan meningkat selama Ramadan 2026 dibandingkan hari-hari biasa. Angka ini menjadikannya sebagai jawaban yang paling dominan, menunjukkan kuatnya semangat publik RI dalam menyambut bulan suci dengan komitmen spiritual yang lebih tinggi.

Meski demikian, sebanyak 25% responden Indonesia menyatakan bahwa intensitas kegiatan keagamaannya akan tetap sama, baik saat bulan Ramadan maupun di luar bulan suci tersebut.

Porsi yang mencakup seperempat ini membuktikan bahwa sebagian publik telah memiliki pola ibadah yang relatif konsisten, sehingga tidak mengalami perubahan signifikan ketika memasuki momentum Ramadan.

Baca Juga: Simak Ragam Makna Ramadan 2026 bagi Publik RI

Di sisi lain, terdapat sebagian kecil responden yang memperkirakan intensitas ibadahnya akan menurun selama Ramadan 2026, dengan persentase sebesar 2%. Hal ini menunjukkan bahwa dinamika spiritual setiap individu tidak selalu berjalan seragam.

Terdapat faktor-faktor personal maupun situasional yang dapat memengaruhi konsistensi ibadah selama bulan suci. Ulama tafsir Indonesia, Quraish Shihab mengungkapkan bahwa konsistensi ibadah seseorang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kondisi hati dan tingkat pemahaman agama hingga lingkungan sosial dan situasi kehidupan yang dihadapi.

Dalam Pengajian Tafsir Al-Misbah: Hidup Bersama Al-Quran bertajuk “Naik Turun Semangat Beribadah” yang ditayangkan dalam kanal YouTube Pusat Studi Al-Qur’an, ia menjelaskan bahwa naik turunnya semangat beribadah merupakan hal yang manusiawi.

“Kita harus tahu bagaimana cara kita naik. Jangan sampai kita tidak sadar, lalu akhirnya jatuh ke tingkat yang paling bawah. Ketahuilah faktor-faktor yang mendorong kita ke atas dan apa yang menarik kita ke bawah,” ujarnya, Selasa (24/2/2026).

Menurutnya, iman seseorang tidak pernah berada pada titik statis. Ia mengibaratkan perjalanan iman seperti sebuah grafik yang memiliki sepuluh tingkatan.

Ia juga mencontohkan pengaruh lingkungan dalam perilaku beragama, seperti semangat beribadah saat berada di Mekah yang cenderung lebih tinggi dibandingkan saat kembali ke lingkungan rumah.

“Orang kalau pergi ke Mekah itu shalat subuh-nya, sebelum subuh sudah ke masjid. Tidak telat, terus baca ayatnya panjang-panjang. Tapi kalau sudah di sini (rumah) sudah berubah. Kenapa itu? Karena lingkungan yang memengaruhinya,” jelasnya.

Pengumpulan data dalam survei ini dilakukan menggunakan metode kuantitatif melalui YouGov Surveys: Serviced yang melibatkan 6.308 responden yang berasal dari lima negara, mencakup Indonesia, Malaysia, Turki, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab pada 27 November-3 Desember 2025. Adapun responden dari Indonesia sejumlah 2.149 orang.

Baca Juga: 56% Publik RI Habiskan Lebih Banyak Waktu dengan Keluarga saat Ramadan 2026

Sumber:

https://yougov.com/articles/54011-ramadan-2026-consumer-insights-5-key-findings-across-indonesia-malaysia-saudi-arabia-turkiye-and-the-uae

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook