Ritual berbuka puasa bukan sekadar soal melepas dahaga setelah seharian menahan lapar, namun juga menjadi momen sosial yang mempertemukan orang-orang terdekat dalam suasana hangat dan penuh makna. Hal ini tergambar dari survei yang dilakukan oleh Jakpat terhadap 300 responden konsumen RTD tea yang terbuka untuk mengonsumsi minuman tersebut.
Hasilnya, sebesar 76% responden mengaku berbuka bersama keluarga inti. Angka ini menegaskan bahwa rumah masih menjadi pusat kebersamaan selama Ramadan. Di tengah kesibukan kerja dan aktivitas harian, waktu berbuka menjadi jeda yang menyatukan kembali anggota keluarga dalam satu meja dan satu doa.
Baca Juga: Minuman Favorit Publik RI untuk Berbuka Puasa saat Ramadan 2026
Di sisi lain, sebesar 50% menyebut teman sebagai rekan berbuka puasa. Tradisi “bukber” tampaknya masih menjadi agenda sosial yang dinanti, baik untuk menjaga relasi lama maupun mempererat jaringan pertemanan. Aktivitas ini tak jarang menjadi ruang temu lintas kesibukan yang sulit dilakukan di luar Ramadan.
Menariknya, 44% responden mengaku berbuka sendirian. Angka ini cukup besar dan mencerminkan realitas sosial masyarakat urban, mulai dari faktor pekerjaan, perantauan, hingga preferensi pribadi yang membuat sebagian orang menikmati iftar secara personal.
Sebanyak 38% responden menyebut keluarga besar sebagai teman berbuka, menunjukkan bahwa Ramadan juga menjadi momentum mempererat relasi antargenerasi. Sementara itu, 27% responden ditemani pasangan atau suami/istri saat berbuka, menggambarkan intimasi dalam lingkup rumah tangga.
Lingkup profesional pun hadir dalam momen ini. Sebanyak 26% responden berbuka bersama rekan kerja, sedangkan 18% lainnya melakukannya dalam konteks komunitas atau organisasi. Ini menandakan bahwa Ramadan tidak hanya dirayakan dalam ruang domestik, tetapi juga dalam jejaring sosial yang lebih luas.
Survei ini didistribusikan melalui aplikasi mobile Jakpat dan pengumpulan datanya berlangsung pada 11–27 Februari 2026, dengan margin of error sebesar 5,7%. Dari total responden tersebut, 288 di antaranya merupakan responden yang sedang menjalankan puasa dan menjadi basis data dalam melihat pola kebersamaan saat iftar.
Dari temuan survei Jakpat ini terlihat bahwa Ramadan adalah tentang pertemuan, baik dengan keluarga, sahabat, kolega, komunitas, maupun diri sendiri. Siapa pun yang menemani, esensi berbuka tetap bermuara pada rasa syukur dan kebersamaan yang menguatkan.
Baca Juga: 5 Produk Makanan dan Minuman yang Banyak Dibeli Jelang Ramadan
Sumber:
https://insight.jakpat.net/ramadan-rtd-tea-consumption-habit-brand-preference/