Resesi merupakan kondisi ketika perekonomian suatu negara mengalami perlambatan signifikan dalam periode tertentu yang umumnya ditandai oleh penurunan pertumbuhan ekonomi, melemahnya daya beli masyarakat, meningkatnya pengangguran, serta tertekannya aktivitas bisnis dan investasi. Isu resesi kerap menjadi perhatian publik karena dampaknya yang langsung terasa pada kehidupan ekonomi sehari-hari.
Menurut survei yang dilakukan Ipsos, sebanyak 54% publik Indonesia meyakini bahwa akan ada resesi pada tahun 2026. Besarnya angka ini mencerminkan tingginya kekhawatiran masyarakat terhadap arah perekonomian nasional dalam waktu dekat.
Baca Juga: Faktor Ekonomi Jadi Alasan Cerai Tertinggi Ke-2 di Indonesia
Di sisi lain, 35% responden menyatakan tidak yakin Indonesia akan mengalami resesi. Hal ini menandakan masih adanya optimisme publik yang menilai bahwa Indonesia mempunyai fondasi ekonomi yang relatif kuat sehingga memiliki ketahanan ekonomi nasional.
Adapun sebanyak 11% responden lainnya tidak mengambil suara dalam isu ini, mengindikasikan adanya ketidakpastian di tengah publik yang belum sepenuhnya memiliki gambaran jelas mengenai prospek ekonomi ke depan.
Senada pula dengan survei Indeks Optimisme 2025 dari Tim Riset GoodStats yang menunjukkan bahwa optimisme publik Indonesia terhadap dimensi ekonomi sebesar 5,16 dari skala 0-10. Nilai indeks ini merupakan yang terendah kedua setelah dimensi politik dan pemerintahan dengan angka 3,87.
Jika ditinjau dari unsur penyusunnya, isu pertumbuhan ekonomi mendapat proporsi optimisme paling rendah. Hanya 25% publik yang yakin pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tumbuh stabil. Sementara itu, daya beli masyarakat menjadi unsur dengan optimisme paling besar, yaitu 39,4%.
Pemerintah menyampaikan optimisme bahwa perekonomian Indonesia pada tahun 2026 akan tumbuh solid seiring penguatan fundamental domestik serta keberlanjutan agenda transformasi ekonomi nasional. Pemerintah menargetkan pertumbuhan sebesar 5,4% pada 2026 sebagai langkah strategis menuju visi pertumbuhan jangka panjang hingga 8%.
Juru Bicara Kementerian Koordinator Perekonomian (Kemenko Perekonomian) Republik Indonesia (RI), Haryo Limanseto menyebut pemerintah mencatat kinerja investasi yang semakin solid, dengan realisasi mencapai Rp1.434 triliun atau tumbuh 13,9% secara tahunan atau year on year (YoY) serta menyerap 1,95 juta tenaga kerja sepanjang tahun berjalan.
“Kita fokus pada pengembangan hilirisasi industri untuk meningkatkan nilai tambah, termasuk penguatan ekosistem kendaraan listrik,” tekad Haryo, Kamis (11/12/2025) dilansir dari Antara.
Pengumpulan data dalam survei bertajuk Ipsos Predictions Survey 2026 ini dilakukan secara online pada 24 Oktober-7 November 2025 dengan melibatkan 23.642 responden dewasa dari 30 negara. Adapun 1.000 responden berasal dari Indonesia, dengan rentang usia 21-74 tahun.
Baca Juga: 61% Publik Setuju 2025 Jadi Tahun yang Berat untuk Indonesia
Sumber:
https://www.ipsos.com/en/ipsos-predictions-survey-2026