Merek lokal masih menjadi pilihan utama konsumen Indonesia dalam kategori feminine hygiene. Berdasarkan data Snapcart untuk pembelian selama 12 bulan terakhir, Sumber Ayu mencatat tingkat penetrasi tertinggi dengan 38%, mengungguli seluruh merek lain di pasar.
Di posisi kedua terdapat Purbasari dengan penetrasi 31%, disusul Resik-V sebesar 27%. Ketiga merek tersebut menunjukkan kuatnya posisi pemain lokal dalam memenuhi kebutuhan perawatan area kewanitaan di Indonesia.
Dalam hal ini, kedekatan dengan kebutuhan konsumen lokal, pengenalan merek yang kuat, serta distribusi yang luas dapat menjadi faktor penting yang mendorong tingginya penetrasi pembelian.
Ketiga merek tersebut juga konsisten menjadi merek pembersih kewanitaan yang paling banyak dibeli di Indonesia dalam enam bulan terakhir survei, dengan rincian Sumber Ayu sebesar 32%, Purbasari dengan 23%, dan Resik-V sebesar 20%.
Baca Juga: 10 Brand Skincare Terpopuler Indonesia 2026, Ada Favoritmu?
Sementara itu, merek global yang telah lama dikenal konsumen justru berada di bawah dominasi merek lokal. Lactacyd mencatat tingkat pembelian sebesar 19%, sedangkan Betadine berada di angka 18%. Adapun merek dengan pangsa yang lebih kecil adalah Gendes (11%) dan Filmore (6%).
Dominasi brand lokal semakin terasa ketika melihat merek pembersih kewanitaan yang digunakan dalam sebulan terakhir. Hasilnya, sebanyak 30% responden memilih menggunakan Sumber Ayu, tertinggi dibanding merek lain. Purbasari berada di urutan kedua dengan 20%, disusul tipis oleh Resik-V sebesar 19%.
Sementara itu, Lactacyd (15%) dan Betadine (13%) tetap memiliki basis pengguna yang stabil.
Adapun survei ini dilakukan secara daring pada Desember 2025 dengan menggunakan basis responden dari Snapcart, dengan total 887 responden terlibat.
Baca Juga: 10 Jawara Brand Perawatan dan Kecantikan di Shopee: Skintific, Wardah dan Glad2Glow Pimpin Pasar
Sumber:
https://snapcart.global/consumer-preferences-in-indonesias-feminine-hygiene-wash-category/