Berdasarkan data terbaru dari BPS mengenai pengangguran terbuka di Indonesia tahun 2024, terdapat peningkatan jumlah pengangguran dari 7.194.862 orang pada Februari menjadi 7.465.599 orang pada Agustus. Peningkatan ini mencapai 270.737 orang, menandakan tantangan besar dalam penyerapan tenaga kerja.
Dua kategori pendidikan dengan peningkatan pengangguran terbesar adalah lulusan SLTA Umum (SMA) dengan tambahan 185.578 orang dan lulusan SLTA Kejuruan (SMK) dengan tambahan 218.490 orang. Hal ini menunjukkan bahwa lulusan sekolah menengah masih mengalami kesulitan dalam mendapatkan pekerjaan, baik di sektor formal maupun informal.
Sebaliknya, terdapat penurunan jumlah pengangguran di beberapa tingkat pendidikan, seperti lulusan universitas (-29.482), akademi/diploma (-3.319), SLTP (-63.240), dan SD (-3.748). Penurunan ini bisa mencerminkan bahwa lulusan perguruan tinggi dan pendidikan dasar memiliki lebih banyak peluang untuk mendapatkan pekerjaan dibandingkan lulusan sekolah menengah.
Secara keseluruhan, peningkatan pengangguran pada lulusan SMA dan SMK menjadi perhatian utama, mengindikasikan bahwa sektor industri dan pasar kerja mungkin belum cukup menyerap tenaga kerja dari tingkat pendidikan ini. Dibutuhkan strategi khusus untuk meningkatkan keterampilan dan daya saing lulusan SMA/SMK agar lebih siap menghadapi dunia kerja.
Keterangan Data:
Data diambil dari website BPS. Data 2011-2013 menggunakan Backcast dari Penimbang Proyeksi Komponen 1986-1998, penghitungan tanpa data Provinsi Timor Timor Pada tahun 1995, Sakernas tidak dilaksanakan Pada tahun 2000, tanpa Maluku Sumber: Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas).