Harapan Miliarder Global terhadap Masa Depan Anak

Sebanyak 82% responden berharap anak-anak mereka mampu membangun keterampilan dan nilai hidup yang membuat mereka sukses secara mandiri.

Aspirasi Miliarder terhadap Masa Depan Anak Mereka

(Tahun 2025)
Ukuran Fon:

Laporan UBS Billionaire Ambitions Report 2025 memberikan gambaran menarik mengenai harapan para miliarder terhadap masa depan anak-anak mereka. Alih-alih sekadar mewariskan kekayaan, mayoritas orang tua dari kalangan ultra-high-net-worth justru menekankan pentingnya kemandirian dan nilai hidup sebagai fondasi utama kesuksesan generasi penerus mereka.

Sebanyak 82% responden menyatakan mereka ingin anak-anaknya mengembangkan keterampilan dan nilai yang memungkinkan mereka berhasil secara mandiri, bukan hanya bergantung pada warisan. Temuan ini menunjukkan bahwa kemandirian personal dinilai lebih penting dibanding sekadar keberlanjutan aset keluarga.

Baca Juga: Tantangan Global yang Dihadapi Anak Muda Menurut Miliarder 2025

Harapan berikutnya adalah agar anak-anak dapat mengejar passion mereka sendiri, sebagaimana diungkapkan oleh 67% responden. Para miliarder tampaknya menyadari bahwa kepuasan dan motivasi pribadi menjadi faktor penting dalam membangun karier dan kehidupan yang bermakna.

Sebanyak 61% berharap anak-anak mereka merasa bahagia dan nyaman dalam mengelola kekayaan keluarga. Artinya, pengelolaan aset bukan hanya soal kemampuan teknis, tetapi juga kesiapan emosional dan tanggung jawab.

Di sisi lain, 55% responden ingin anak-anak mereka menggunakan kekayaan untuk memberi dampak positif bagi dunia. Filantropi dan kontribusi sosial menjadi nilai yang semakin ditekankan dalam pola asuh keluarga kaya global.

Sementara itu, 43% berharap generasi penerus akan melanjutkan bisnis, merek, atau aset keluarga demi menjaga warisan tetap hidup. Meski demikian, persentase ini menjadi yang paling rendah dibanding aspirasi lainnya, menandakan bahwa keberlanjutan bisnis keluarga bukan lagi satu-satunya prioritas utama.

Survei ini dilakukan UBS terhadap 87 klien miliarder di Swiss, Eropa (di luar Swiss), Hong Kong, dan Amerika Serikat melalui wawancara mendalam pada akhir September hingga awal Oktober 2025. Secara keseluruhan, temuan ini menegaskan bahwa bagi para miliarder, keberhasilan anak tidak semata diukur dari besarnya harta, melainkan dari kemampuan mereka berdiri sendiri, mengejar tujuan pribadi, dan memberi kontribusi yang lebih luas bagi masyarakat.

Baca Juga: Media Sosial hingga Game, Ini Perbedaan Kebiasaan Gen Z Laki-laki dan Perempuan

Sumber:

www.ubs.com

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook