Tantangan Global yang Dihadapi Anak Muda Menurut Miliarder 2025

Teknologi dan AI menjadi tantangan terbesar generasi muda menurut para miliarder.

Tantangan yang Dihadapi Generasi Muda Menurut Miliarder Dunia

(Tahun 2025)
Ukuran Fon:

Laporan UBS Billionaire Ambitions Report 2025 memberi sudut pandang menarik untuk membaca tantangan global yang berpotensi dihadapi generasi muda di masa depan. Bagi generasi muda, temuan ini menjadi gambaran awal tentang dinamika global yang perlu dipahami dan diantisipasi sejak dini.

Tantangan terbesar yang diproyeksikan akan dihadapi generasi muda berkaitan dengan perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Sebanyak 75% miliarder menilai kemajuan teknologi akan membawa dampak signifikan. Di satu sisi, teknologi membuka peluang baru, namun di sisi lain berpotensi menggeser banyak jenis pekerjaan, memaksa anak muda untuk terus meningkatkan keterampilan agar tetap relevan di pasar kerja.

Baca Juga: Tak Lagi Apatis, Generasi Muda Kian "Melek" Ikuti Isu Politik di Media Sosial

Perubahan iklim menempati posisi berikutnya dengan tingkat kekhawatiran sebesar 55%. Dampak krisis iklim diperkirakan akan semakin nyata bagi generasi muda, mulai dari meningkatnya bencana alam hingga tekanan terhadap ketahanan pangan dan ekonomi. Tantangan ini menempatkan anak muda sebagai generasi yang harus menghadapi konsekuensi jangka panjang dari krisis lingkungan global.

Isu kemiskinan dan ketimpangan juga menjadi perhatian utama, dengan 45% miliarder menilai faktor ini sebagai tantangan serius. Ketimpangan ekonomi yang melebar berpotensi membatasi akses anak muda terhadap pendidikan, pekerjaan layak, dan mobilitas sosial, terutama di negara berkembang.

Di sektor pendidikan, sebanyak 44% responden menilai sistem pendidikan dan akses edukasi masih menjadi tantangan besar. Ketidaksesuaian antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri dinilai dapat menyulitkan generasi muda dalam memasuki dunia kerja yang semakin kompetitif.

Layanan kesehatan berada di posisi kelima dengan persentase 32%. Ketersediaan layanan kesehatan yang merata dan terjangkau dinilai penting untuk menjamin kualitas hidup generasi muda di masa depan. Tanpa sistem kesehatan yang kuat, risiko sosial dan ekonomi dinilai akan semakin besar.

Survei ini dilakukan UBS terhadap 87 klien miliarder di Swiss, Eropa (di luar Swiss), Hong Kong, dan Amerika Serikat melalui wawancara mendalam pada 27 September–7 Oktober 2025. Temuan ini menegaskan bahwa tantangan yang akan dihadapi anak muda ke depan bukan hanya bersifat individual, melainkan sangat dipengaruhi oleh dinamika global yang kompleks mulai dari teknologi, lingkungan, hingga ketimpangan sosial.

Baca Juga: 10 Negara Paling Menarik Buat Investor, Ada Indonesia?

Sumber:

www.ubs.com

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook