Pulau Jawa masih menjadi motor utama ekonomi nasional pada 2025. Selain mencatat kontribusi PDRB terbesar sebesar 56,93%, pertumbuhan ekonominya juga tetap terjaga di level 5,30%. Angka ini menempatkan Jawa sebagai wilayah dengan pertumbuhan tertinggi kedua setelah Sulawesi.
Di dalam Pulau Jawa sendiri, kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nampak tidak merata. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan Jakarta menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi 1,46%. Posisi ini mencerminkan peran Jakarta sebagai pusat bisnis, keuangan, dan aktivitas ekonomi nasional yang paling dominan.
Baca Juga: 10 Provinsi dengan Jumlah ASN Terbanyak 2025, Jawa Timur Teratas!
Jawa Timur dan Jawa Barat menyusul di posisi berikutnya, masing-masing dengan kontribusi 1,35% dan 1,22%. Kedua provinsi ini ditopang oleh sektor industri pengolahan serta perdagangan yang cukup kuat. Sementara itu, Jawa Tengah mencatat kontribusi sebesar 0,81%, diikuti Banten (0,37%) dan DI Yogyakarta (0,09%).
Secara sektoral BPS mencatat sumber utama pertumbuhan ekonomi di Jawa berasal dari industri pengolahan, perdagangan, serta informasi dan komunikasi. Ketiga sektor ini menjadi penggerak utama aktivitas ekonomi di sebagian besar provinsi di Pulau Jawa dalam beberapa tahun terakhir.
Di tingkat nasional, pertumbuhan ekonomi tertinggi pada 2025 dicatatkan oleh Pulau Sulawesi. Kinerja ini didorong oleh sektor industri pengolahan, serta pertanian, kehutanan, dan perikanan. Selain itu, perdagangan besar dan eceran, termasuk reparasi mobil dan sepeda motor, juga menjadi sumber pertumbuhan penting di wilayah tersebut.
Sementara itu, sumber pertumbuhan ekonomi di pulau-pulau lain cenderung lebih beragam, menyesuaikan dengan struktur ekonomi masing-masing daerah serta potensi unggulan yang dimiliki tiap wilayah.
Baca Juga: Jawa Sumbang 56% PDRB Nasional pada 2025
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/publication/2026/04/13/71d97fa95c70c5049deecbab/produk-domestik-regional-bruto-provinsi-provinsi-di-indonesia-menurut-lapangan-usaha-2021-2025.html