Badan Pusat Statistik (BPS) melalui publikasi hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 kembali menyuguhkan data kependudukan yang sangat membanggakan bagi bangsa. Rilis data berskala nasional ini membawa kabar menggembirakan terkait tingginya komitmen pelestarian budaya takbenda di seluruh penjuru Nusantara.
Antusiasme masyarakat Indonesia dalam merawat warisan leluhur melalui tuturan lisan tampak begitu nyata dan terus berdenyut kuat. Pendataan komprehensif ini merekam secara mendetail bagaimana bahasa daerah masih diandalkan sebagai sarana komunikasi utama bagi penduduk berusia lima tahun ke atas di lingkungan keluarga maupun dalam interaksi sosial kemasyarakatan.
Prestasi pelestarian budaya bertutur yang paling gemilang pada tingkat nasional sukses ditorehkan oleh Jawa Tengah. Wilayah yang kental dengan keramahan warganya ini tampil memimpin dengan tingkat penggunaan bahasa daerah yang menembus angka fantastis 96,13%.
Baca Juga: Pre-Boomer Dominasi Penggunaan Bahasa Daerah hingga 88,12%
Tepat di bawahnya, posisi kedua diisi dengan sangat kukuh oleh Jawa Timur. Masyarakat di wilayah ujung timur Pulau Jawa terbukti sangat bangga menggunakan bahasa daerah mereka dalam berbagai aspek keseharian dengan raihan angka persentase mencapai 95,83%.
Keberhasilan menjaga harmoni identitas budaya lisan ini rupanya merata hingga ke luar Pulau Jawa. Kepulauan Bangka Belitung tampil luar biasa, menempati urutan ketiga nasional dengan torehan angka 94,25%.
Menyusul persaingan angka yang sangat ketat pada urutan keempat dan kelima, terdapat Sumatra Barat dan Sumatra Selatan yang sukses mencatatkan tingkat pemakaian bahasa daerah masing-masing sebesar 93,67% dan 93,45%.
Semangat merawat identitas lokal ini juga menggema kuat di wilayah kepulauan lainnya. Nusa Tenggara Barat menorehkan kebanggaan di angka 91,76%, disusul oleh Kalimantan Selatan pada level 91,72%.
DI Yogyakarta turut mengukuhkan statusnya sebagai pusat kebudayaan dengan persentase 90,08%. Melengkapi daftar sepuluh besar nasional, Sulawesi Utara dan Maluku masing-masing mencatatkan angka pemakaian sebesar 89,40% dan 89,20%.
Tingginya persentase pemakaian bahasa daerah di berbagai provinsi tersebut memberikan pesan optimisme yang luar biasa bagi ketahanan budaya bangsa. Penguasaan bahasa ibu terbukti ampuh berjalan beriringan dengan pesatnya modernisasi untuk memastikan akar peradaban Nusantara tetap lestari melintasi zaman.
Baca Juga: Provinsi Mana di Jawa yang Paling Sering Gunakan Bahasa Daerah di Rumah?
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/publication/2026/06/30/bdc814f38edf0a941f4f9d34/penduduk-dan-indikator-kependudukan-hasil-survei-penduduk-antar-sensus-2025.html