Jumlah Objek Daya Tarik Wisata Komersial di Indonesia Meningkat pada 2024

Pada 2024, jumlah objek wisata komersial mencapai 4.557 usaha, meningkat dibandingkan 2023 yang sebanyak 4.206 usaha.

Perkembangan Jumlah Objek Wisata Komersial di Indonesia

(Tahun 2020-2024)
Ukuran Fon:

Objek daya tarik wisata merupakan unsur strategis dalam pembangunan pariwisata daerah dan menjadi salah satu motor penggerak perekonomian nasional. Keindahan alam, kekayaan budaya, nilai sejarah, serta dukungan fasilitas yang memadai menjadi faktor penentu minat wisatawan. Peran objek wisata tidak hanya sebatas sarana rekreasi, tetapi juga berkontribusi besar terhadap perekonomian, penguatan sosial budaya, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Baca Juga: Wisata Seni dan Kuliner Jadi Favorit Turis Asing

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa pada tahun 2024, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 13,90 juta kunjungan. Angka ini meningkat sebesar 19,05% dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan juga terjadi pada wisatawan nusantara yang mencatatkan 1,02 miliar perjalanan sepanjang 2024. Jumlah tersebut meningkat 21,61% dari 839,67 juta perjalanan pada tahun 2023.

Peningkatan jumlah wisatawan tersebut sejalan dengan bertambahnya objek daya tarik wisata (ODTW) komersial di Indonesia. Pada 2024, jumlah ODTW komersial tercatat sebanyak 4.557 usaha. Angka ini tumbuh sekitar 8% dibandingkan tahun 2023 yang berjumlah 4.206 usaha. Jika dilihat dalam beberapa tahun terakhir, pertumbuhan ini terjadi secara bertahap dan konsisten.

Pada 2020 terdapat 2.552 objek wisata komersial, meningkat menjadi 2.563 pada 2021, kemudian naik menjadi 2.930 pada 2022, melonjak pada 2023 mencapai 4.206 usaha, hingga akhirnya mencapai 4.557 usaha pada 2024.

Pertumbuhan objek wisata komersial tidak terlepas dari upaya pengembangan pariwisata yang semakin inovatif. Dalam data BPS, usaha objek daya tarik wisata komersial terbagi ke dalam enam kelompok, yaitu wisata alam, wisata budaya, wisata buatan, taman hiburan dan rekreasi, kawasan pariwisata, serta wisata tirta.

Keberagaman jenis objek wisata ini memberikan pilihan yang semakin luas bagi wisatawan, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi daerah. Dengan pengelolaan yang inovatif dan berkelanjutan, peningkatan jumlah objek wisata komersial diharapkan mampu memperkuat daya saing pariwisata Indonesia di tingkat nasional maupun global.

Baca Juga: Revitalisasi Taman Margasatwa Ragunan: Transformasi Destinasi Wisata Edukatif dan Konservasi

Sumber:

https://www.bps.go.id/id/publication/2025/12/31/172e6ca95600a420b528a1bb/statistik-objek-daya-tarik-wisata-2024.html

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook