Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), total penduduk Indonesia hingga Februari 2026 mencapai 287,2 juta jiwa. Dibandingkan dengan tahun sebelumnya, angka ini mengalami kenaikan hingga 2,76 juta jiwa atau tumbuh sebanyak 0,96% dari semula sebesar 284,44 juta jiwa.
Dalam penyajian datanya, BPS melakukan kategorisasi berdasarkan kelompok umur yang dibagi ke dalam 16 bagian dengan rincian sebagai berikut:
- Kelompok umur 0-4 tahun: 22,63 juta jiwa (7,88%)
- Kelompok umur 5-9 tahun: 22,14 juta jiwa (7,71%)
- Kelompok umur 10-14 tahun: 22 juta jiwa (7,66%)
- Kelompok umur 15-19 tahun: 22,07 juta jiwa (7,68%)
- Kelompok umur 20-24 tahun: 22,1 juta jiwa (7,69%)
- Kelompok umur 25-29 tahun: 22,46 juta jiwa (7,82%)
- Kelompok umur 30-34 tahun: 22,26 juta jiwa (7,75%)
- Kelompok umur 35-39 tahun: 21,82 juta jiwa (7,6%)
- Kelompok umur 40-44 tahun: 20,85 juta jiwa (7,26%)
- Kelompok umur 45-49 tahun: 19,84 juta jiwa (6,91%)
- Kelompok umur 50-54 tahun: 17,96 juta jiwa (6,26%)
- Kelompok umur 55-59 tahun: 15,56 juta jiwa (5,42%)
- Kelompok umur 60-64 tahun: 12,78 juta jiwa (4,45%)
- Kelompok umur 65-69 tahun: 9,66 juta jiwa (3,36%)
- Kelompok umur 70-74 tahun: 6,68 juta jiwa (2,33%)
- Kelompok umur 75 tahun ke atas: 6,37 juta jiwa (2,22%)
Baca Juga: Tren Jumlah Penduduk Indonesia 2016-2025
Proporsi terbesar diisi oleh kelompok umur pertama, yaitu 0-4 tahun dengan total 22,63 juta penduduk. Adapun rincian jenis kelaminnya adalah sebanyak 11,54 juta jiwa (51%) laki-laki dan 11,09 juta jiwa (49%) perempuan.
Sedangkan proporsi terkecil sebanyak 6,37 juta jiwa dari kelompok umur 75 tahun ke atas, dengan jumlah penduduk laki-laki sejumlah 2,79 juta jiwa (44%) dan perempuan sebanyak 3,59 juta jiwa (56%).
Untuk mendukung perencanaan pembangunan yang lebih adil lintas generasi, pemerintah telah menyusun dokumen strategis berbasis analisis National Transfer Accounts (NTA).
Proporsi penduduk lanjut usia (lansia) di Indonesia kini terus meningkat. Alih-alih memandang lansia sebagai beban, pemerintah mulai mengoptimalkan potensi silver dividend melalui penguatan silver economy, termasuk pengembangan layanan kesehatan, hunian ramah lansia, serta teknologi pendukung.
Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Kependudukan, dan Ketenagakerjaan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Maliki menegaskan bahwa buku ini hadir sebagai alat analisis yang lebih mendalam.
“Jika selama ini kita berbicara tentang bonus demografi hanya berdasarkan jumlah anak, usia produktif, dan lansia melalui batasan usia yang sederhana (cut-off), maka melalui NTA kita dapat mengetahui produktivitas riil dari kelompok usia tersebut,” ungkapnya dalam acara peluncuran buku di Kantor Bappenas, Senin (6/4/2026).
Ia berharap dokumen ini mampu membantu merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran, inklusif, dan berkeadilan antargenerasi guna mendukung pembangunan berkelanjutan ke depan.
Baca Juga: 10 Provinsi dengan Jumlah Penduduk Terbanyak 2026
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/statistics-table/3/WVc0MGEyMXBkVFUxY25KeE9HdDZkbTQzWkVkb1p6MDkjMyMwMDAw/jumlah-penduduk-menurut-kelompok-umur-dan-jenis-kelamin--ribu-jiwa-.html?year=2026