Menurut laporan Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penumpang Whoosh kembali turun pada Februari 2026. Tercatat jumlah penumpang kereta cepat tersebut sebesar 443,8 ribu, turun 12,76% dibanding bulan Januari yang mencapai 508,7 ribu penumpang.
Dengan demikian, sepanjang Januari-Februari 2026, jumlah penumpang Whoosh mencapai 952,5 ribu, turun dari tahun sebelumnya yang tembus 1 juta penumpang.
Baca Juga: Jumlah Penumpang Whoosh Turun 17% Awal 2026
Jika melihat pola sepanjang 2025, jumlah penumpang Whoosh juga tidak terlalu tinggi pada awal 2025, namun sempat mengalami kenaikan bertahap sejak Maret 2025 (346 ribu) hingga Juli 2025 (580 ribu). Momentum pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya mobilitas masyarakat, terutama pada periode libur pertengahan tahun.
Namun, setelah itu angka mulai berfluktuasi, dengan penurunan pada September 2025 (474 ribu) sebelum kembali naik di Oktober (529,2 ribu) dan November 2025 (535,3 ribu).
Lonjakan tertinggi terjadi pada Desember 2025, yang kemungkinan besar dipengaruhi oleh libur akhir tahun dan peningkatan perjalanan wisata. Meski demikian, tren tersebut tidak berlanjut di awal 2026. Januari masih mencatat angka relatif tinggi, tetapi Februari kembali menunjukkan pelemahan.
Tidak hanya Whoosh, rute kereta lain juga mengalami penurunan. Jumlah penumpang rute kereta Jawa turun 9,81% dari 38,8 juta pada Januari 2026 menjadi 35 juta pada bulan berikutnya.
Sementara itu, kereta non-Jawa yang meliputi rute di Sumatra dan Sulawesi tercatat turun 13,82% menjadi 562 ribu, sedangkan kereta bandara turun 12,74% menjadi 714,8 ribu.
Untuk layanan MRT dan LRT masing-masing mengalami penurunan sebesar 11,88% dan 8,75%.
Penurunan ini sejatinya dapat disebabkan berbagai alasan, mulai dari berakhirnya musim liburan hingga potensi pergeseran preferensi transportasi. Faktor eksternal seperti kondisi ekonomi dan mobilitas regional juga turut memengaruhi jumlah pengguna layanan kereta.
Baca Juga: Whoosh Angkut 6 Juta Penumpang Sepanjang 2025
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2026/04/01/2563/perkembangan-transportasi.html