Jumlah penumpang KRL Jabodetabek pada 2025 menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pasalnya, KRL menjadi salah satu pilihan di tengah tingginya mobilitas masyarakat di daerah Jakarta dan sekitarnya, karena dinilai lebih cepat dan dengan harga yang terjangkau.
Melansir laman Badan Pusat Statistik (BPS) Jakarta, jumlah penumpang KRL pada 2025 berdasarkan data dari PT KAI Cabang Jakarta mencatatkan hasil positif. Tercatat sebanyak 349,30 juta penumpang menggunakan layanan KRL. Angka tersebut naik 6,45% jika dibandingkan dengan tahun 2024 yang dengan jumlah penumpang sebesar 328,15 juta orang.
Jika dilihat dari jumlah penumpang per bulannya pada 2025, bulan Oktober menjadi yang tertinggi, dengan jumlah pengguna KRL sebesar 31,78 juta orang. Sementara, bulan Maret menjadi yang terendah dengan 26,97 juta penumpang.
Sepanjang tahun 2025, PT KAI meningkatkan frekuensi perjalanan KRL dengan mengoperasikan rata-rata 1.065 perjalanan per harinya, naik 0,47% dibandingkan tahun sebelumnya.
Adapun jumlah perjalanan harian dengan frekuensi tertinggi berada di KRL jalur Bogor sebanyak 392 perjalanan per harinya, disusul oleh KRL jalur Bekasi dengan 281 perjalanan setiap harinya. Sementara, peringkat ketiga diisi oleh KRL jalur Rangkasbitung dengan 206 perjalanan per harinya.
Jalur Tangerang menjadi jumlah perjalanan harian terbanyak selanjutnya dengan total 122. Terakhir, yaitu jalur Tanjung Priok yang hanya mencatatkan sebanyak 64 perjalanan per harinya.
Baca Juga: Sentimen Publik Terhadap Insiden Kecelakaan KRL Bekasi Timur di Media Online
Melihat tingginya volume perjalanan jalur Bogor, Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba mengungkapkan akan merevitalisasi dan memperpanjang peron jalur 6, 7, dan 8 Stasiun Bogor untuk mendukung operasional rangkaian KRL 12 kereta dalam satu rangkaian (SF12).
Pasalnya, rangkaian KRL 12 kereta disiapkan untuk mendukung kebutuhan pelanggan dan kapasitas yang lebih besar dalam satu perjalanan, khususnya pada jam sibuk.
“Penambahan kapasitas melalui operasional rangkaian 12 kereta disiapkan untuk mendukung kebutuhan pelanggan yang terus berkembang. Dengan kapasitas yang lebih besar dalam satu perjalanan, pelayanan diharapkan menjadi lebih lancar dan pengalaman perjalanan pelanggan semakin nyaman,” ujar Anne, dilansir dari laman PT KAI (19/5/2026).
Peningkatan jumlah penumpang KRL Jabodetabek sepanjang 2025 menunjukkan semakin besarnya ketergantungan masyarakat terhadap transportasi publik untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Dengan tren pengguna yang terus meningkat, pengembangan infrastruktur dan kapasitas layanan menjadi langkah penting untuk menjaga kenyamanan serta kelancaran operasional.
Baca Juga: KRL Surabaya Segera Dibangun, Target Dimulai 2027
Sumber:
https://jakarta.bps.go.id/id/publication/2026/05/26/56c483982e3e50797d34c6f1/statistik-transportasi-provinsi-dki-jakarta-2025.html