DI Yogyakarta Hasilkan 700 Ribu Ton Sampah pada 2025, Ini Sebarannya

Kabupaten Sleman jadi wilayah dengan timbulan sampah terbanyak di DI Yogyakarta pada 2025, tembus 213 ribu ton.

Sebaran Timbulan Sampah di DI Yogyakarta Menurut Kabupaten/Kota

(Tahun 2025)
Ukuran Fon:

Pengelolaan sampah masih menjadi salah satu tantangan yang dihadapi berbagai daerah di Indonesia, termasuk Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta. Seiring meningkatnya aktivitas masyarakat, timbulan sampah terus bertambah sehingga diperlukan upaya pengelolaan yang efektif untuk mengurangi dampaknya terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), timbulan sampah di DI Yogyakarta sepanjang 2025 mencapai 700 ribu ton. Adapun jumlah tersebut merupakan akumulasi timbulan sampah dari lima kabupaten/kota, yakni Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, Kabupaten Bantul, Kabupaten Kulon Progo, dan Kabupaten Gunungkidul.

Baca Juga: Timbulan Sampah Jakarta 2025 Capai 3,35 Juta Ton, Jakarta Timur Tertinggi

Kabupaten Sleman jadi wilayah dengan timbulan sampah terbanyak di DI Yogyakarta, mencapai 213 ribu ton sepanjang 2025, disusul oleh Kabupaten Bantul dengan jumlah timbulan sampah sebesar 153 ribu ton.

Peringkat ketiga diisi oleh Kabupaten Gunungkidul dengan mencatatkan jumlah timbulan sampah tahunan sebanyak 144 ribu ton. Kemudian Kota Yogyakarta tercatat memiliki timbulan sampah sebesar 109 ribu ton, diikuti Kabupaten Kulonprogo dengan 79 ribu ton.

Besarnya timbulan sampah di lima kabupaten/kota tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan sampah masih menjadi isu yang perlu mendapat perhatian.

Adapun pemerintah DI Yogyakarta mencanangkan gerakan “Mas JOS” (Masyarakat Jogja Olah Sampah) sebagai langkah untuk menekan timbulan sampah dari tingkat rumah tangga. Dalam program ini, sampah organik yang telah dipilah diarahkan untuk diolah secara mandiri atau dikirim langsung ke fasilitas pengolahan.

Langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi beban penumpukan sampah di depo dan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) secara bertahap.

Selain mendorong pengolahan sampah organik dari sumbernya, keterlibatan masyarakat juga menjadi faktor penting dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah, sejatinya dapat membantu mengurangi jumlah sampah yang harus diangkut ke fasilitas pengolahan maupun Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Dengan timbulan sampah yang mencapai sekitar 700 ribu ton sepanjang 2025, sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah di DI Yogyakarta.

Baca Juga: 10 Wilayah Penghasil Sampah Terbanyak di Indonesia 2025

Sumber:

https://sampahnasional.kemenlh.go.id/portal-indikatif/data/timbulan-sampah

https://yogyakarta.bpk.go.id/strategi-pemkot-yogya-atasi-lonjakan-sampah-saat-libur-lebaran/

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook