10 Wilayah Penghasil Sampah Terbanyak di Indonesia 2025

Kabupaten Bogor jadi wilayah penghasil sampah terbesar, tembus 1,03 juta ton pada 2025.

10 Wilayah Penyumbang Sampah Terbanyak di Indonesia

(Tahun 2025)
Ukuran Fon:

Persoalan sampah masih menjadi tantangan besar di berbagai wilayah Indonesia seiring meningkatnya jumlah penduduk, urbanisasi, dan aktivitas ekonomi. Sepanjang 2025, sejumlah provinsi mencatat timbulan sampah dalam jumlah jutaan ton, menjadikannya sebagai penyumbang sampah terbesar secara nasional.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan sampah masih menjadi pekerjaan rumah yang membutuhkan kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat agar tidak menimbulkan dampak yang lebih luas terhadap lingkungan.

Berdasarkan data dari Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional Kementerian Lingkungan Hidup, timbulan sampah nasional pada 2025 sebanyak 31,4 juta ton. Meski angkanya turun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencatatkan angka 36 juta ton, hal ini masih menjadi tantangan serius pemerintah dalam mengupayakan Indonesia yang bebas akan sampah.

Baca Juga: 59% Sampah Jawa Barat Berasal dari Rumah Tangga

Adapun wilayah penyumbang sampah terbesar adalah Kabupaten Bogor yang menghasilkan 1,03 juta ton sampah, disusul oleh Jakarta Timur sebesar 866 ribu ton. Kabupaten Bekasi menjadi wilayah selanjutnya dengan menyumbang 836 ribu ton sampah.

Jakarta Barat menjadi wilayah selanjutnya dengan angka timbulan sampah sebesar 807 ribu ton, diikuti oleh Jakarta Selatan sebanyak 731 ribu ton.

Lima wilayah lain yang menyumbang timbulan sampah terbanyak pada 2025 adalah Kota Surabaya (660 ribu ton), Kabupaten Bandung (643 ribu ton), Kota Medan (635 ribu ton), Jakarta Utara (624 ribu ton), dan terakhir Kota Tangerang (616 ribu ton).

Adapun jika dilihat berdasarkan provinsinya, Jawa Timur jadi provinsi dengan timbulan sampah terbesar, mencapai 5,79 juta ton. Posisi kedua diisi oleh Jawa Barat dengan 5,67 juta ton, disusul DKI Jakarta sebanyak 3,35 juta ton.

Mengenai persoalan sampah tersebut, Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Pangan yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan bahwa persoalan sampah telah berada pada tahap darurat dan memerlukan perubahan paradigma secara menyeluruh.

“Perubahan harus dimulai dari hulu. Paradigma lama kumpul–angkut–buang harus ditinggalkan. Pengurangan dari sumber melalui 3R dan ekonomi sirkular adalah kunci untuk menuntaskan masalah ini,” tegasnya dilansir dari laman resmi Kementerian LH (25/02/2026).

Baca Juga: Pilah Sampah dari Rumah Kini Jadi Kewajiban Baru Warga Jakarta per 10 Mei 2026

Sumber:

https://sampahnasional.kemenlh.go.id/portal-indikatif/data/timbulan-sampah

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook