5 Negara ASEAN dengan Prevalensi Diabetes Tertinggi 2024

Kawasan Asia Tenggara tercatat memiliki sekitar 106,9 juta penyandang diabetes pada 2024.

5 Negara dengan Prevalensi Diabetes Tertinggi di ASEAN

(Tahun 2024)
Ukuran Fon:

Diabetes merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi perhatian dalam sektor kesehatan masyarakat. Selain memengaruhi kualitas hidup penderitanya, penyakit ini juga berpotensi meningkatkan beban layanan kesehatan karena memerlukan pengelolaan dan pengobatan dalam jangka panjang.

Berdasarkan data International Diabetes Federation (IDF) Diabetes Atlas 2025, sejumlah negara di kawasan ASEAN mencatat prevalensi diabetes yang cukup tinggi pada penduduk berusia 20 hingga 79 tahun pada 2024.

Baca Juga: Awas Diabetes, Konsumsi Minuman Manis pada Gen Z Masih Tinggi

Malaysia menjadi negara dengan prevalensi diabetes tertinggi di kawasan ASEAN pada 2024, yakni sebesar 21,1%. Posisi berikutnya ditempati Brunei Darussalam dengan prevalensi 13,7%, disusul Singapura sebesar 11,4%.

Sementara itu, Indonesia berada di peringkat keempat dengan prevalensi diabetes sebesar 11,3% pada penduduk usia 20 hingga 79 tahun. Adapun Tailan melengkapi daftar lima besar dengan prevalensi mencapai 10,2%.

Tingginya prevalensi diabetes di sejumlah negara ASEAN menunjukkan pentingnya upaya pencegahan sejak dini. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat guna menurunkan risiko diabetes dan berbagai penyakit tidak menular lainnya.

Salah satu upaya yang dianjurkan Kemenkes adalah menerapkan perilaku CERDIK, yaitu Cek kesehatan secara rutin, Enyahkan asap rokok, Rajin beraktivitas fisik, Diet sehat dengan gizi seimbang, Istirahat yang cukup, dan Kelola stres.

Selain itu, masyarakat juga dianjurkan untuk menjaga berat badan ideal, mengurangi konsumsi gula, garam, dan lemak, memperbanyak konsumsi buah serta sayur, serta melakukan pemeriksaan gula darah secara berkala sebagai langkah deteksi dini.

Tingginya prevalensi diabetes di sejumlah negara ASEAN menjadi pengingat bahwa penyakit tidak menular ini masih memerlukan perhatian serius. Sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam meningkatkan kesadaran akan pola hidup sehat diharapkan dapat menekan angka diabetes sekaligus mencegah berbagai komplikasi yang ditimbulkannya.

Baca Juga: IDF Proyeksi Ada 28 Juta Penderita Diabetes di Indonesia 2050

Sumber:

https://diabetesatlas.org/data-by-location/global/

https://ayosehat.kemkes.go.id/perilaku-cerdik-dalam-mencegah-penyakit-tidak-menular?utm_source=chatgpt.com

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook