Luas Panen Padi di Indonesia Semester I 2026

Luas panen padi di Indonesia diperkirakan naik 0,22% pada Semester I 2026.

Perkembangan Luas Panen Padi di Indonesia

(Januari-Juni 2026)
Ukuran Fon:

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), luas panen padi di Indonesia mencapai 1,61 juta hektare (ha) pada Maret 2026, turun 3,16% dibanding tahun lalu yang mencapai 1,67 juta ha.

Deputi Bidang Statistik dan Jasa BPS, Ateng Hartono menyebutkan bahwa angka ini masih berupa potensi, dan dapat berubah tergantung kondisi penanaman pada April hingga Juli 2026.

"Tentunya angka potensi ini masih dapat berubah tergantung pada kondisi pertanaman padi nanti sepanjang bulan April sampai dengan Juni tahun 2026, seperti pada saat ada serangan hama atau organisme pengganggu, pada kondisi banjir, pada kekeringan, waktu pelaksanaan panen oleh petaninya juga," jelasnya dalam konferensi pers, di Kantor BPS, Jakarta Pusat, Senin (4/5/2026).

Pada bulan April, luas panen padi diproyeksi mencapai 1,39 juta ha, yang kemudian turun pada Mei menjadi 0,93 juta ha. Penurunan terus berlanjut hingga Juni 2026 menjadi 0,84 juta ha. Total luas panen padi pada Semester I 2026 pun diprediksi mencapai 6,27 juta ha, naik 0,22% dibanding tahun 2025 yang sebesar 6,26 juta ha.

Pola ini mencerminkan siklus panen utama yang biasanya terjadi pada akhir musim hujan, dengan puncaknya di sekitar Maret. Setelah itu, luas panen cenderung menurun seiring berakhirnya musim tanam utama dan peralihan ke musim berikutnya.

“Dengan demikian, luas panen padi sepanjang Januari-Juni tahun 2026 diperkirakan mencapai 6,27 juta hektare atau mengalami kenaikan seluas 0,01 juta hektare atau naik 0,22%jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2025,” lanjutnya.

Baca Juga: 5 Provinsi dengan Produksi Padi Tertinggi 2026

Sejalan dengan itu, produksi padi (gabah kering panen) di Indonesia juga turun 3,63% secara tahunan pada Maret 2026 menjadi 10,48 juta. Produksi padi untuk gabah kering giling juga turun 3,69% menjadi 8,75 juta ton pada Maret 2026.

Jika ditinjau melalui hasil Kerangka Sampel Area (KSA), mayoritas lahan pertanian masih dalam fase ditanami padi atau standing crop, mencapai 40,24%. Lahan yang sedang ditanami padi tercatat sebesar 21,19%, dipanen sebanyak 20,03%, diberakan sebanyak 10,73%, dan 7,57% dalam persiapan.

Lebih lanjut, menurut Ateng, kondisi cuaca jadi salah satu faktor kritis yang menentukan kuantitas produksi. Menurut analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), curah hujan mayoritas wilayah Indonesia berada di tingkat menengah pada Maret 2026.

"Nah, tinggi rendahnya curah hujan tentunya ini akan mempengaruhi budidaya tanaman padi di setiap wilayahnya," tuturnya.

Baca Juga: Peta Ketersediaan Pangan Indonesia 2025: Padi Jadi Sumber Protein Terbesar

Sumber:

https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2026/05/04/2573/luas-panen-dan-produksi-padi.html

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook