Bentang alam Indonesia yang didominasi oleh deretan pegunungan, lembah, dan perbukitan terjal menghadirkan tantangan teknis yang luar biasa dalam pembangunan infrastruktur transportasi darat. Untuk menyiasati rumitnya kontur geografis tersebut, terowongan kereta api menjadi solusi rekayasa sipil yang sangat vital pada masanya.
Menariknya, mahakarya masa lampau ini tidak lekang oleh waktu dan masih setia dilewati oleh deretan ular besi kebanggaan masyarakat hingga detik ini.
Gelar terowongan kereta api terpanjang di Indonesia saat ini masih dipegang oleh Terowongan Sasaksaat yang membentang sejauh 949 meter. Membelah padatnya batuan perbukitan Cidepong di Kabupaten Bandung Barat, terowongan warisan kolonial Staatsspoorwegen (SS) dari tahun 1902–1903 ini menjadi saksi bisu hilir mudiknya rangkaian populer seperti KA Argo Parahyangan, KA Serayu, hingga Commuter Line Garut.
Baca Juga: 5 Kereta Api dengan Penumpang Terbanyak Selama Libur Sekolah 2026, KA Joglosemarkerto Teratas
Menyusul di posisi kedua adalah Terowongan Karangkates I (Eka Bakti Karya) dengan panjang mencapai 850 meter. Struktur megah di jalur Blitar-Malang ini merupakan buah karya kebanggaan insinyur asli Indonesia yang dibangun pada 1969 berbarengan dengan proyek Waduk Ir. Sutami. Lorong ini menjadi rute andalan bagi KA Gajayana, KA Matarmaja, hingga kereta lokal favorit Commuter Line Penataran.
Bergerak lebih jauh ke ujung timur Pulau Jawa, terdapat Terowongan Mrawan sepanjang 690 meter yang menembus kerasnya perut Gunung Gumitir. Jalur bersejarah yang rampung pada 1902 ini merupakan urat nadi rute Kalisat–Banyuwangi dan rutin dilewati oleh KA Blambangan Ekspres, KA Probowangi, serta KA lokal Pandanwangi.
Modernisasi sistem perkeretaapian nasional juga melahirkan infrastruktur baru yang tak kalah megah. Di Kebumen, Terowongan Ijo baru resmi beroperasi pada 2020 dengan panjang 581 meter guna mendukung kelancaran jalur ganda lintas selatan.
Mengadopsi teknologi slab track tanpa batu ballast, lorong ini menjadi salah satu titik tersibuk yang dilewati puluhan kereta unggulan setiap harinya, mulai dari KA Argo Wilis, Turangga, Bima, hingga Taksaka.
Melengkapi urutan kelima, hadir Terowongan Notog baru di wilayah Banyumas dengan jarak bentang mencapai 476 meter. Terowongan lintasan ganda yang rutin dilintasi KA Purwojaya dan KA Sawunggalih ini dibangun untuk menggantikan peran terowongan lama (260 meter) peninggalan tahun 1915. Meski operasionalnya dinonaktifkan, struktur lengkung lamanya tetap dipertahankan oleh PT KAI sebagai cagar budaya.
Baca Juga: 10 Stasiun Kereta Api Jarak Jauh Tersibuk per Semester I 2026
Sumber:
https://www.instagram.com/p/DbShcu7CbxS