Pulau Jawa masih menjadi kontributor utama dalam penggunaan internet di Indonesia. Pada 2025, wilayah ini menyumbang sekitar 58,14% dari total pengguna internet nasional. Besarnya kontribusi ini menunjukkan bahwa aktivitas digital di Indonesia masih sangat terpusat di Pulau Jawa, seiring dengan tingginya jumlah penduduk, pembangunan infrastruktur, serta konsentrasi ekonomi di wilayah ini.
Berdasarkan survei yang dirilis oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), tingkat penetrasi internet di Pulau Jawa mencapai 84,69%, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional yang berada di angka 80,66%. Hal ini menegaskan bahwa akses dan penggunaan internet di Jawa relatif lebih maju dibandingkan wilayah lain di Indonesia.
Baca Juga: Penetrasi Internet Indonesia Menurut Generasi 2025, Milenial dan Gen Z Terdepan
Jika dilihat lebih rinci, Jakarta menjadi provinsi dengan penetrasi internet tertinggi, yakni sebesar 91,35%. Posisi ini diikuti oleh Daerah Istimewa Yogyakarta dengan 91,18%, yang dikenal sebagai wilayah dengan ekosistem pendidikan dan literasi digital yang kuat. Tingginya penetrasi di kedua daerah ini mencerminkan kemudahan akses infrastruktur digital serta tingginya kebutuhan masyarakat terhadap internet dalam aktivitas sehari-hari.
Selanjutnya, Jawa Barat mencatat penetrasi sebesar 86,52%, disusul Banten sebesar 84,99%. Sementara itu, Jawa Tengah berada di angka 82,57%, sedikit lebih tinggi dibandingkan Jawa Timur yang mencatat penetrasi terendah di Pulau Jawa, yakni 82,19%.
Baca Juga: Durasi Akses Internet Publik Indonesia 2025, Mayoritas Habiskan 4–6 Jam per Hari
Secara keseluruhan, tingginya penetrasi internet di Pulau Jawa menegaskan perannya sebagai pusat pertumbuhan digital di Indonesia. Namun, adanya perbedaan capaian antar provinsi menunjukkan bahwa pemerataan akses dan pemanfaatan internet masih menjadi tantangan penting ke depan, agar transformasi digital dapat dirasakan secara lebih inklusif di seluruh wilayah.
Sumber:
https://survei.apjii.or.id/