Penjualan mobil di Indonesia tidak hanya terkonsentrasi di Pulau Jawa, tetapi juga tersebar di berbagai wilayah dengan karakteristik pasar yang berbeda. Perbedaan tingkat permintaan kendaraan, baik segmen Low Cost Green Car (LCGC) maupun non-LCGC, mencerminkan kondisi ekonomi, kebutuhan mobilitas, hingga preferensi konsumen di masing-masing daerah.
Berdasarkan data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (GAIKINDO) pada April 2026, penjualan wholesale kendaraan roda empat di Indonesia tercatat mencapai 277.856 unit.
Baca Juga: Top 10 Brand Mobil Terlaris Januari-Mei 2026
Jika ditinjau menurut wilayahnya, daerah di Jawa tetap menjadi jantung pasar otomotif Indonesia, dengan menyumbang 167.881 unit atau 60% dari penjualan wholesale nasional hingga April 2026. Sumatra menyusul dengan 51.771 unit atau 18,6%. Peringkat ketiga diisi oleh Kalimantan dengan 24.419 unit atau pangsa pasar sebanyak 8,8%.
Sulawesi menempati posisi selanjutnya dengan penjualan sebesar 21.757 unit (7,8%), diikuti oleh Bali, NTT, dan NTB dengan 9.516 unit (3,4%). Papua berada di urutan keenam dengan penjualan sebesar 1.604 unit (0,6%). Maluku menempati posisi terakhir dengan 908 unit (0,3%).
Data tersebut menunjukkan bahwa Pulau Jawa masih menjadi pusat pasar otomotif nasional dengan kontribusi lebih dari separuh penjualan mobil di Indonesia. Meski demikian, pertumbuhan permintaan di wilayah lain juga menunjukkan bahwa pasar otomotif semakin berkembang dan memiliki potensi yang besar di berbagai daerah.
Sementara itu,, tren pertumbuhan kendaraan listrik yang terus meningkat hingga mencapai 74.551 unit pada April 2026 mengindikasikan bahwa industri otomotif nasional tengah memasuki fase transisi, dengan preferensi konsumen yang mulai bergeser menuju kendaraan berteknologi elektrifikasi.
Baca Juga: 7 Brand Mobil dengan Ekspor CBU Terbanyak Januari-Mei 2026
Sumber:
https://www.gaikindo.or.id/indonesia-automotive-whole-sales-landsacape-lcgc-non-lcgc-by-region/