Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Melesu pada Triwulan II 2026

Pertumbuhan PDB Indonesia pada Triwulan II 2026 tercatat sebesar 5,29%, turun dari periode triwulan sebelumnya yang sempat menyentuh 5,61%.

Tren Pertumbuhan PDB Indonesia

(Triwulan II 2025-2026)
Ukuran Fon:

Poin Penting

  • Pertumbuhan ekonomi Indonesia melambat menjadi 5,29% pada Triwulan II 2026.
  • Pertumbuhan ekonomi Triwulan I 2026 mencapai 5,61%, tertinggi dalam setahun terakhir.
  • Industri pengolahan menjadi penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi dengan 18,5%.
  • Pulau Jawa mendominasi struktur perekonomian nasional dengan kontribusi 56,47%.

Pertumbuhan ekonomi merupakan indikator yang digunakan sebagai tolok ukur untuk menilai kinerja produksi barang dan jasa suatu negara. Salah satu parameter yang digunakan adalah Produk Domestik Bruto (PDB). Perhitungan ini ditopang oleh konsumsi rumah tangga, investasi, pengeluaran pemerintah, serta neraca perdagangan berupa selisih antara ekspor dan impor.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), laju pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Triwulan II 2026 menunjukkan tren perlambatan. Sepanjang periode April–Juni 2026, pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 5,29%, melesu dari periode sebelumnya.

Padahal dalam setahun terakhir, kinerja ekonomi nasional konsisten mencatatkan kenaikan. Mulanya, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Triwulan II 2025 berada di angka 5,12%.

Baca Juga: Negara dengan Efisiensi Bisnis Terbaik Se-ASEAN 2026, Indonesia Peringkat Berapa?

Meski sempat sedikit menyusut ke level 5,04% pada triwulan III, pertumbuhan PDB Indonesia kembali membaik di akhir tahun, yaitu triwulan IV dengan mencatatkan pertumbuhan di angka 5,39%.

Kenaikan ekonomi tersebut bahkan sempat tumbuh signifikan pada awal tahun ini. Pada Triwulan I 2026, pertumbuhan PDB Indonesia sukses menembus 5,61%.

Angka ini sekaligus menjadi periode dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi dalam setahun terakhir, sebelum akhirnya tren tersebut turun pada triwulan berikutnya.

Kendati demikian, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada April-Juni 2026 ini nyatanya tetap tumbuh jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Muhammad Edy Mahmud memaparkan bahwa motor utama penggerak pertumbuhan ekonomi Triwulan II 2026 bersumber dari sektor industri pengolahan, perdagangan, konstruksi, serta informasi dan komunikasi.

“Industri pengolahan menjadi sumber pertumbuhan tertinggi,” paparnya dalam konferensi pers di Kantor BPS, Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Bila ditelaah berdasarkan lapangan usahanya, perekonomian Indonesia pada triwulan ini benar didominasi oleh industri pengolahan yang menyumbang porsi sebesar 18,5%. Posisi kedua diisi oleh sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan dengan kontribusi mencapai 13,57%.

Adapun ditinjau dari wilayahnya, Pulau Jawa masih menjadi penopang utama dan mendominasi struktur perekonomian nasional. Kawasan ini memberikan kontribusi sebesar 56,47%, disusul oleh Pulau Sumatra dengan porsi 22,5%, dan Kalimantan di angka 8,15%.

Baca Juga: Bali dan Nusa Tenggara Pimpin Pertumbuhan Ekonomi Regional pada Triwulan II 2026

Sumber:

https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2026/08/05/2605/pertumbuhan-ekonomi.html

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook