Potret Keterwakilan Perempuan di Jawa Tengah, Ini 10 Daerah dengan Persentase Terendah
Kota Salatiga jadi daerah dengan keterlibatan perempuan terendah di parlemen Jawa Tengah pada 2025, yakni 8%, disusul Kabupaten Kudus sebesar 8,89%.
10 Daerah dengan Persentase Keterlibatan Perempuan Terendah di Parlemen Jawa Tengah
(Tahun 2025)
Unduh
Perempuan masih menghadapi tantangan untuk memperoleh keterwakilan yang lebih besar dalam lembaga legislatif. Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025 menunjukkan bahwa persentase keterlibatan perempuan di parlemen sejumlah kabupaten/kota di Jawa Tengah masih berada di bawah 15%.
Baca Juga: 7 Provinsi dengan Keterlibatan Perempuan di Parlemen Paling Sedikit, Papua Dominasi
Dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah, Kota Salatiga mencatat persentase keterlibatan perempuan terendah, yakni hanya 8%. Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Kudus dengan 8,89%. Selanjutnya, Kabupaten Magelang mencatat keterlibatan perempuan sebesar 10%. Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Rembang berada pada angka yang sama, yaitu 11,11%. Sementara itu, Kabupaten Demak dan Kabupaten Brebes masing-masing memiliki persentase 12%.
Di tingkat kota, Kota Tegal mencatat keterlibatan perempuan sebesar 13,33%. Adapun Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Pati sama-sama berada di angka 14%, melengkapi daftar sepuluh daerah dengan persentase keterlibatan perempuan terendah di parlemen Jawa Tengah.
Jika dilihat secara keseluruhan, seluruh daerah dalam daftar tersebut memiliki keterlibatan perempuan di bawah 15%. Kondisi ini menunjukkan masih adanya ruang untuk memperluas partisipasi perempuan dalam lembaga perwakilan, baik melalui pencalonan maupun keterlibatan dalam proses politik dan pengambilan keputusan.
Keterwakilan perempuan di parlemen tidak hanya berkaitan dengan jumlah kursi, tetapi juga dengan kesempatan untuk terlibat dalam pembahasan kebijakan yang menyangkut berbagai kebutuhan masyarakat. Karena itu, peningkatan partisipasi perempuan dapat menjadi bagian dari upaya membangun lembaga legislatif yang semakin inklusif.
Data ini juga dapat menjadi gambaran bagi pemerintah, partai politik, maupun masyarakat untuk melihat perkembangan keterlibatan perempuan di setiap daerah. Dengan semakin terbukanya kesempatan bagi perempuan untuk berpartisipasi dalam politik, keterwakilan yang lebih seimbang di parlemen diharapkan dapat terus tumbuh pada periode berikutnya.
Baca Juga: Partisipasi Perempuan Indonesia di Parlemen Meningkat 5 Tahun Terakhir
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/NDY0IzI=/keterlibatan-perempuan-di-parlemen.html
Ditulis oleh Annisa Rendanianti
Jurnalis data GoodStats Data
Bagikan statistik ini:
Artikel Terkait
PDB ADHB Perikanan Indonesia Tembus Rp167 Triliun pada Triwulan II 2026
10 Wilayah yang Paling Sering Konsumsi Pecelan di Indonesia 2025