Ranking Liga Domestik AFC Buktikan Nasib Timnas di ASEAN Hyundai Cup 2026

Tailan raih kesuksesan berkat liga elit dengan menempati peringkat ke-7 Asia.

Peringkat Kompetisi Klub Pria AFC Zona ASEAN

(Musim 2025/2026)

Turnamen ASEAN Hyundai Cup 2026 membuktikan sebuah realitas tak terbantahkan di dunia sepak bola modern. Kekuatan fondasi kompetisi domestik berbanding lurus dengan kedalaman skuad serta kesiapan mental sebuah tim nasional saat berlaga di turnamen regional.

Menilik data dari AFC, urutan liga domestik negara Asia Tenggara menunjukkan korelasi yang amat kuat dengan prestasi riil mereka di atas lapangan hijau. Tailan sukses menempati peringkat ketujuh Asia dengan perolehan 62,846 poin.

Status sebagai liga terbaik di kawasan regional ini terbukti menjadi senjata mematikan bagi tim nasional mereka. Kedalaman kompetisi domestik sukses melahirkan darah muda dan pemain pelapis berkualitas yang membawa Tailan menjuarai Grup B dengan sempurna.

Baca Juga: Usai ASEAN Championship 2026, Timnas Indonesia Siap Berlaga di FIFA ASEAN Cup 2026 pada September Mendatang

Mengikuti di bawahnya, Malaysia menyusul pada urutan ke-11 Asia dengan torehan 45,184 poin. Stabilitas intensitas kompetisi lokal melahirkan pilar bertenaga ekstra yang membuat Harimau Malaya tampil konsisten dan melenggang ke semifinal sebagai pemenang kedua Grup B.

Berada di peringkat ke-14 Asia dengan 38,894 poin, Singapura membuktikan bahwa kuantitas klub yang sedikit bukanlah hambatan jika dikelola secara efisien. Ketajaman insting bermain skuad The Lions sukses menjadikan mereka kuda hitam yang menyingkirkan Indonesia di Grup A.

Hal serupa terlihat pada Vietnam yang menempati peringkat ke-15 Asia dengan 38,020 poin. Kematangan jam terbang bertanding di liga domestik membentuk mentalitas baja para penggawa The Golden Star Warriors, sehingga mereka tidak mudah panik dan keluar sebagai juara Grup A.

Lonjakan poin Kamboja ke posisi ke-19 Asia dengan 27,850 poin justru menciptakan sebuah anomali. Peningkatan ini mayoritas digerakkan oleh legiun asing elite di level klub, sehingga talenta lokal mereka kedodoran menjaga konsistensi di Grup A.

Sementara itu, Indonesia harus menelan realita pahit tercecer di urutan ke-20 Asia dengan 27,299 poin. Rapuhnya fondasi liga berdampak langsung pada kegagalan tragis Skuad Garuda di turnamen ini.

Tanpa kehadiran pilar utama Eropa, timnas terpaksa mengandalkan materi domestik yang masih berbenah dan berujung pada kegagalan lolos dari fase grup.

Filipina yang bertengger di posisi ke-27 Asia dengan 18,590 poin menjadi contoh nyata meredupnya daya tarik liga lokal. Absennya pemain diaspora Eropa membuat mereka limbung dan tersingkir di papan bawah Grup B.

Myanmar di bangku ke-30 Asia dengan 12,612 poin juga tengah mengalami masa transisi berat. Skuad muda mereka demam panggung akibat kurangnya jam terbang internasional di tingkat klub.

Nasib serupa dialami Laos pada peringkat ke-37 Asia dengan 3,387 poin. Minimnya infrastruktur kompetisi berimbas pada kurangnya pengalaman taktis dan menjadikan mereka sekadar lumbung poin di Grup B.

Papan bawah klasemen Asia Tenggara akhirnya ditutup oleh Brunei Darussalam di urutan ke-41 dengan 0,580 poin, serta Timor Leste di dasar klasemen posisi ke-44 dengan angka mutlak 0,000 poin. Kurangnya intensitas liga lokal secara langsung mengubur impian Brunei di babak kualifikasi, sementara Timor Leste harus puas menjadi juru kunci Grup A tanpa fondasi taktis yang terstruktur.

Baca Juga: Timnas Indonesia Pimpin Nilai Pasar Skuad Termahal di ASEAN Hyundai Cup 2026

Sumber:

https://www.the-afc.com/en/more/afc_ranking/mens_ranking.html

Demas Reyhan Adritama
Ditulis oleh Demas Reyhan Adritama

IT & Sports Enthusiast

Lupa Sandi?

atau masuk dengan akun media sosial

Esc