Menurut laporan Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), realisasi dana program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) telah mencapai Rp5,26 triliun sejak awal tahun hingga 25 Maret 2025, menyasar total 42.613 unit rumah di 33 provinsi dan 351 kabupaten/kota.
FLPP sendiri adalah program pemerintah untuk membantu pembiayaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). program ini dikelola oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) dan juga disalurkan melalui bank konvensional serta bank syariah yang telah bekerja sama dengan pemerintah.
Pada bulan Januari 2025, total 2.633 unit rumah terbantu oleh program ini. Jumlahnya kemudian naik menjadi 8.797 unit pada Februari dan melonjak mencapai 31.183 pada Maret 2025.
Jika ditinjau dari wilayahnya, maka Kabupaten Bekasi tercatat menjadi daerah dengan realisasi tertinggi, totalnya mencapai 2.376 unit rumah, setara dengan 5,6% dari total penyaluran secara nasional. Kabupaten Bogor menduduki posisi kedua dengan realisasi mencapai 1.543 unit, disusul Kabupaten Tangerang dengan 1.362 unit rumah.
Masih dari Jawa, urutan keempat diisi oleh Kabupaten Karawang dengan 1.152 unit terealisasi, diikuti Kota Kendari (1.098 unit), Kabupaten Deli Serdang (1.071 unit), Kota Palembang (1.063 unit), Kabupaten Cirebon (946 unit), Kabupaten Kendal (851 unit), dan di posisi kesepuluh Kabupaten Kampar dengan 794 unit.
Sejauh ini, penerima program FLPP kebanyakan merupakan anak muda berusia 19-25 tahun, mencapai 33,27% atau sekitar 14.176 unit. Di urutan kedua ada kelompok usia 26-30 tahun yang mencapai 12.580 unit dan 31-35 tahun sebanyak 7.361 unit. Hal ini menunjukkan bahwa program bantuan untuk pembiayaan rumah ini kebanyakan dimanfaatkan oleh anak muda. Semakin tinggi kelompok usianya, semakin rendah pula jumlah penggunanya.
Ditinjau dari kelompok penghasilan, maka penerima bantuan FLPP kebanyakan berpenghasilan antara Rp4 juta hingga Rp5 juta per bulan, jumlah bantuan yang terealisasikan mencapai 12.073 unit, disusul kelompok berpenghasilan Rp3 juta hingga Rp4 juta yang realisasinya sebesar 11.445 unit.
Baca Juga: Warga Indonesia Butuh 47 Tahun Buat Bisa Beli Rumah