Banjir kembali melanda wilayah Jabodetabek dan sejumlah daerah di Pulau Jawa pada awal 2026. Peristiwa ini berdampak pada kehidupan masyarakat, mulai dari terganggunya aktivitas sehari-hari hingga terhambatnya mobilitas dan kegiatan ekonomi. Selain dampak nyata yang dirasakan, banjir juga memantik perhatian publik yang luas, terlihat dari tingginya pemberitaan dan percakapan di berbagai kanal media online dan media sosial.
Berdasarkan data Drone Emprit, isu banjir di Jabodetabek dan Jawa diberitakan dalam 5.525 artikel media online dengan total 10.936 mentions. Sementara itu, di media sosial tercatat 9.673 sample mentions yang berasal dari berbagai platform, yakni Twitter/X, Facebook, Instagram, TikTok, serta media online. Pengumpulan data dilakukan pada periode 3-22 Januari 2026 pukul 11.59 WIB.
Baca Juga: Sentimen Publik terhadap Banjir Jabodetabek dan Jawa di Media Sosial 2026
Di Instagram, sentimen netral mendominasi sebesar 64,1%, mencerminkan banyaknya unggahan yang bersifat informatif, seperti laporan kondisi banjir, dokumentasi lapangan, serta pembaruan situasi terkini.
Sentimen positif tercatat sebesar 18,8%, warganet memberikan apresiasi terhadap langkah responsif pemerintah, terutama kunjungan lapangan Wakil Presiden yang dinilai menunjukkan kehadiran negara di tengah bencana banjir. Selain itu, kebijakan penutupan tambang pasir di Cilegon sebagai langkah darurat serta dukungan terhadap rencana normalisasi sungai dan pembangunan turap beton turut memicu respons positif.
Di sisi lain, sentimen negatif di Instagram mencapai 17,2% dan didominasi oleh kritik serta protes warganet. Kritik tersebut antara lain menyoroti ketimpangan perhatian pemerintah pusat terhadap penanganan banjir di Pekalongan, keluhan atas lambatnya perbaikan jalan yang rusak pascabanjir di Bekasi, serta seruan untuk mengevaluasi kinerja Gubernur Jakarta akibat banjir yang dinilai terus berulang.
Data Drone Emprit juga menunjukkan kuatnya peran pemengaruh dalam membentuk percakapan di Instagram. Akun @Gibran_Rakabuming tercatat sebagai pemengaruh teratas dengan total 62.163 interaksi, diikuti akun @KARAWANG serta media arus utama seperti @KompasTV, @detikProperti, @CNNIndonesiaLite, dan @kumparan yang berperan dalam menyebarkan informasi sekaligus membentuk opini publik. Kehadiran akun media lokal seperti @INFO_KEMAYORAN juga menunjukkan terdapat peran komunitas daerah dalam menyuarakan kondisi banjir.
Secara keseluruhan, sentimen warganet di Instagram terhadap banjir Jabodetabek dan Jawa 2026 mencerminkan respons publik yang beragam, mulai dari sikap informatif, apresiatif, hingga kritis terhadap upaya penanganan bencana.
Baca Juga: 7 Provinsi dengan Bencana Banjir dan Tanah Longsor Terbanyak Awal 2026
Sumber:
https://x.com/droneempritoffc/status/2014590497998963079?s=46